Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Maros

Sehari Sebelum Pencoblosan, Ada 6 Tambahan Kasus Covid-19 di Maros

Pasien pertama, perempuan berumur 57 tahun, asal Jl. Dr. Ratulangi, Lingkungan Tamalalang, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin 

TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Sebanyak enam tambahan kasus positif di Kabupaten Maros, Selasa (8/12/2020).

Pasien pertama, perempuan berumur 57 tahun, asal Jl. Dr. Ratulangi, Lingkungan Tamalalang, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau.

Ia elakukan swab dan dirawat di RSUD Salewangang.

Pasien kedua, perempuan berumur 37 tahun, asal Jl. Poros Pandang Sambotara, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai. Melakukan swab dan dirawat di RSUD Salewangang.

Pasien ketiga, laki-laki 4 berumur 41 tahun, asal Lingkungan Tobonggae, Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba. Melakukan Swab di RSUD Salewangang, saat ini diisolasi mandiri di rumah.

Pasien keempat, perempuan berumur 52 tahun, asal BTN Haji Banca Blok M, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai. Melakukan Swab di Puskesmas Mandai, dan saat ini isolasi mandiri di rumah.

Pasien kelima, laki-laki berumur 34 tahun, asal Perumahan Amana Gappa, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale. Melakukan Swab di Puskesmas Mandai, dan saat ini isolasi mandiri di rumah.

Pasien keenam, laki-laki berumur 58 tahun, asal Perumahan Rajana Blok A, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale. Melakukan Swab dan dirawat di RSUD Salewangang.

"Ada 6 tambahan kasus baru, dinyatakan positif melalui uji swab kemarin malam," ujar Juru Bicara Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin, Selasa (8/12/2020).

Sehingga saat ini, dari 774 kasus, 661 diantaranya sudah dinyatakan sembuh. 

Dengan rincian, 98 konfirmasi aktif, 24 simptomatik (bergelajah), 74 asimptomatik (tidak bergejalah), dan 15 meninggal.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang, taat, dan mengikuti edaran dan imbauan pemerintah untuk selalu jaga jarak, tidak berkumpul, memakai masker dan yang paling penting tidak bepergian ke daerah terjangkit.

Serta melaporkan jika ada keluarga atau warga yang baru tiba dari daerah terjangkit untuk diperiksa.

"Yang pasti bahwa Covid -19 bukan penyakit aib, tetapi penyakit menular yang harus kita hadapi secara bersama-sama. Pemerintah tentu tidak dapat berbuat apa-apa tanpa dukungan dan kerjasama dari seluruh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi pandemik ini," tutupnya

Laporan Tribunmaros.com,M Ikhsan

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved