Breaking News:

Update Corona Palopo

Warga Pattene Palopo Tolak Pemakaman Pasien Covid-19 di Wilayahnya

Sejumlah orang menolak pemakaman jenazah korban Covid-19 bernisial KM di Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara Utara

Ist
Sejumlah orang menolak pemakaman jenazah korban Covid-19 bernisial KM di Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Senin (7/12/2020) 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA UTARA - Sejumlah orang menolak pemakaman jenazah korban Covid-19 bernisial KM di Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Penolakan bermula saat jenazah KM akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Kelurahan Pattene, Senin (7/12/2020) pagi.

Tidak lama setelah KM meninggal di Rumah Sakit (RS) Mega Buana dalam kondisi terpapar corona.

Salah satu keluarga dekat almarhum yang enggan disebut namanya mengatakan, penolakan oknum warga dilakukan karena takut tertular corona.

"Yang demo dan halang-halangi jenazah dimakamkan adalah tetangga satu lorong dengan almarhum. Mereka keberatan keluarga kami dimakamkan diatas bukit, karena katanya takut jika hujan turun airnya sampai ke rumah mereka. Nanti bisa tertular Covid-19, itu alasannya mereka," jelasnya.

Padahal, pekuburan diatas bukit adalah pekuburan milik keluarganya bukan pekuburan umum.

"Seharusnya tidak ada alasan untuk mencegah, kasihan orang sudah meninggal masa diperlakukan kurang manusiawi begini," katanya.

Karena mendapat penolakan, keluarga akhirnya mengalah dan membawa jenazah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Purangi, Kelurahan Purangi, Kecamatan Sendana.

Pemakaman KM dilakukan oleh Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Palopo.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Palopo, dr Ishaq Iskandar mengatakan korban merupakan pasien RS Mega Buana.

Ia dinyatakan positif Covid-19 sejak Kamis (3/12/2020).

"Almarhum masuk RS pada hari Rabu 2 Desember, langsung di swab test dan hasilnya sudah diketahui pada 3 Desember atau satu hari setelah ia dirawat. Pihak keluarganya juga sudah diberitahukan," ujar Ishaq.

Ishaq menyampaikan, jika ada kasus serupa masyarakat diharapkan memahami protap dalam prosesi pemakaman jenazah.

"Masyarakat jangan mudah panik apalagi termakan isu hoax, percayakan saja pada satgas dan petugas di rumah sakit. Jenazah Covid-19 itu sudah melalui proses pemulasaran, sehingga sudah aman atau steril," tuturnya.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved