Tribun Wiki
Mengenal Raja Bone ke-28, We Tenriawaru Pancaitana Besse Kajuara
We Tenriawaru Pancaitana Besse Kajuara adalah Raja Bone ke-28. Ia sosok perempuan tangguh dan militan.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - We Tenriawaru Pancaitana Besse Kajuara adalah Raja Bone ke-28. Ia sosok perempuan tangguh dan militan.
Namanya diabadikan sebagai nama jalan, Besse Kajuara, namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit, yakni Rumah Sakit Pancaitana dan RSUD Tenriawaru.
Besse Kajuara menggantikan suaminya La Parenrengi menjadi Mangkauk di Bone. Dalam khutbah Jumat, ia disebut sebagai Sultanah Imalahuddin.
Besse Kajuara menjadi Raja Bone dari tahun 1857 hingga 1860.
Di masa pemerintahannya, ketegangan antara Bone dengan kompeni Belanda kembali memanas.
Kompeni Belanda hendak memperbaharui Perjanjian Bungaya agar persahabatan Bone dan Belanda tetap kokoh dan terjaga.
Namun, Arumpone We Tenriawaru Besse Kajuara menolak tegas memperbaharui perjanjian tersebut.
Dikutip dari buku Kerajaan Bone dilintasan Sejarah terbitan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bone, Besse Kajuara menolak karena kemenakannya bernama Singkeruk Rukka Arung Palakka ingin merebut kedudukannya sebagai Mangkauk.
Singkeruk Rukka Arung Palakka selalu menghadap kepada kompeni Belanda agar keinginannya untuk menjadi Arumpone dapat disetujui.
Ia merasa berhak ditunjuk oleh Adat Tujuh Bone sebagai Arumpone sejak meninggalnya Matinroe ri Ajang Benteng.
Bone dan gubernur Belanda pun saling menyatakan perang.
Pada Desember 1859 Gubernur Jenderal Belanda, Van Switten bersama pembesar Kompeni Belanda, Tuan Djensin menyerang Bone. Di belakangnya ikut Singkeruk Rukka Arung Palakka.
Sementara Arumpone We Tenriawaru Besse Kajuara berkedudukan Pasempe, didukung oleh pamannya bernama La Cibu To Lebae Ponggawa Bone untuk melawan Belanda.
Namun, Belanda berhasil membumihanguskan Bone. Serangannya pun semakin kuat. Dengan terpaksa, Besse Kajuara pun menyatakan kalah untuk menghindari jatuhnya banyak korban.
Besse Kajuara lalu meninggalkan Bone menuju Ajatappareng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sosok-raja-bone-ke-28-we-tenriawaru-pancaitana-besse-kajuara.jpg)