Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Unhas

Spesialis Ilmu Bedah Saraf Unhas Jalani Assesmen Lapangan LAM-PTKes

rogram Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah Saraf, Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Hasanuddin (Unhas), menjalani assesmen lapangan

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Sudirman
Ist
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah Saraf, Fakultas Kedokteran Unhas menjalani assesmen lapangan secara daring, Rabu (2/12/2020) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah Saraf, Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Hasanuddin (Unhas), menjalani assesmen lapangan secara daring oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). 

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Rabu (2/12/2020).

Hadir mewakili LAM-PTKes sebagai tim assesor yakni Dr dr Setyo Widi Nugraha dan Dr dr M Zafrullah Arifin.

Keduanya akan melakukan proses assesmen hingga Kamis (3/12/2020).

Dekan FK Unhas, Prof dr Budu, berterima kasih atas kesempatan LAM-PTKes melakukan proses assesmen, meskipun berlangsung secara daring. 

Prof Budu berharap, hasil dari proses ini sesuai harapan  peningkatan kualitas untuk menghasilkan lulusan berdaya saing, sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga bedah saraf.

"Minat untuk masuk PPDS Ilmu Bedah Saraf Unhas sangat tinggi. Tapi, mengingat ini masih baru, jadi kami untuk sementara membatasi," katanya.

"Semoga prodi ini segera mendapatkan status akreditasi sebagai bentuk kepercayaan dalam membina dan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas," jelas Prof Budu.

Mewakili RS Wahidin Sudirohusodo (RSWS), Prof dr Mansyur Arif selalu Direktur Medik dan Keperawatan menjelaskan, RSWS mendukung berbagai hal yang dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas ilmu bedah syaraf. 

"Prodi ini sangat penting untuk dikembangkan, karena untuk RSWS sendiri kasus bedah saraf menempati urutan teratas dalam tindakan emergency. Sehingga, diperlukan tenaga medis bedah saraf yang lebih besar dan kompeten," kata Prof Mansyur.

Dengan adanya proses assesmen lapangan daring LAM-PTKes, Prof Mansyur berharap akan mendapatkan hasil maksimal dalam rangka mengoptimalkan pelayanan bedah saraf pada masyarakat.

Pernyataan dukungan juga disampaikan oleh Direktur RSPTN Unhas, Prof Dr dr Syafri K Arif.

Ia menyambut baik proses akreditasi tersebut sebagai upaya memaksimalkan terpenuhinya tenaga bedah saraf Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas, Prof Dr Muh Restu menjelaskan, assesmen menjadi hal penting dan strategis bagi Unhas sebagai upaya pelaksanaan penjaminan mutu berkelanjutan. 

Di Unhas sendiri, proses peningkatan penjaminan mutu terus dilakukan secara internal melalui gugus tugas penjaminan mutu yang dibentuk pada setiap fakultas.

"Melalui proses penjaminan mutu secara eksternal dalam hal ini dilakukan LAM-PTKes, tentu akan banyak hal yang bermanfaat dalam melengkapi proses pengoptimalan dari temuan dan informasi tim assesor," jelas Prof Restu. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved