Tribun Bantaeng
Status Jalan Belum Jelas, Jembatan Cabodo Bantaeng 'Dicuekin' Pemerintah dan Jadi Tempat Sampah
Jembatan Cabodo yang berada di daerah pesisir, Kelurahan Bonto Sungguh, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng
Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Jembatan Cabodo yang berada di daerah pesisir, Kelurahan Bonto Sungguh, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng ambruk akibat bencana banjir beberapa bulan lalu.
Namun hingga saat ini, jembatan itu belum dilakukan perbaikan. Bahkan kini sudah menjadi tempat pembuangan sampah.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Nur Arifin Maksud mengatakan, status jalan tersebut belum belum jelas.
"Belum ada status, maksudnya itu jalan non status apakah itu jalan kabupaten, Provinsi atau jalan Nasional," kata Nur Arifin Maksud kepada TribunBantaeng.com, Senin, (30/11/2020).
Kata dia, hal itulah yang menyebabkan perbaikan jembatan Cabodo, termasuk jembatan Kaili dan Jembatan yang berada di daerah pesisir Desa Bonto Jai, belum dilakukan hingga saat ini.
Pemerintah Provinsi Sulawesi-Selatan dan Pemerintah pusat masing-masing punya kewenangan di jalan tersebut.
"Sekarang karena pemerintah provinsi juga menangani itu tambah lagi pemerintah pusat. Jadi bagaimana ya, takut mengklaim atau bagaimana karena sama-sama punya aset disitu," ujarnya.
Sedangkan pemerintah Kabupaten Bantaeng tidak memiliki kewenangan apapun untuk melakukan perbaikan.
Namun lanjut dia, usulan perbaikan sudah disampaikan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI dan pemerintah Provinsi Sulsel.
"Untuk pengerjaan kami tidak punya kewenangan, tetapi kita sudah usulkan ke balai jalan kemudian ke Provinsi," ujarnya.
Warga setempat, Riswan mengatakan, sampai saat ini belum ada pemerintah yang melakukan peninjauan, apalagi rencana perbaikan belum terdengar.
"Sejak banjir ini jembatan belum pernah diperbaiki dan sampai sekarang belum ada pemerintah yang datang liat kondisinya," kata Riswan saat ditemui TribunBantaeng.com, Minggu, (29/11/2020).
Bahkan jalan darurat untuk akses jalan sementara kendaraan sepeda motor pun tak diadakan.
Sehingga, Riswan harus mengeluarkan biaya dan tenaga sendiri agar setidaknya kendaraan sepeda motor dapat lewat.
"Jadi makanya saya buatkan jembatan darurat supaya bisa lewat orang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jembatan-di-kampung-cabodo-kini-tak-kunjung-dilakukan-perbaikan.jpg)