Risqilah Amran, Perawat dan Pengubur Jenazah HIV/AIDS dari Sungguminasa Gowa
Risqilah Amran, Perawat dan Pengubur Jenazah HIV/AIDS dari Sungguminasa Gowa
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR - Risqilah Amran, Perawat dan Pengubur Jenazah HIV/AIDS dari Sungguminasa Gowa
Tak lazim, larut malam, Risqilah Amran (28) berada di kuburan.
Perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Gowa ini datang untuk mengubur jenazah.
Sepuluh koleganya berpakaian serba putih.
Satu jam sebelum di kuburan, sekira pukul 21.30 Wita, Sabtu (21/11/2020) malam, wanita kelahiran 20 Januari 1992 ini memimpin pemandian jenazah.
Tugas yang tak pernah dia pelajari di sekolah perawat kesehatan.
Bersama lima wanita dan lima pria lain, Risqilah tiba di pekuburan Bontorea.
Kompleks kuburan kampung ini terletak di Kecamatan Pallangga, Gowa, sekira 7 kilometer selatan kota Makassar.
Risqillah dapat tanggungjawab lebih.
Dia ditunjuk sebagai koordinator pemulasaran jenazah.
Malam itu, tugas barunya adalah memakamkan jenazah pasien HIV/AIDS asal Sombaopu, Gowa.
Pasien berstatus ‘orang dengan HIV/AIDS’ itu meninggal dalam sepi.
Tanpa sanak keluarga.
Atas nama kemanusiaan, Qilah bersama sepuluh keleganya mengantar jenazah tersebut ke tempat peristirahan terakhir.
“Kami semua ada walaupun keluargamu tidak mengakuinya,” kata Risqilah seusai pemakaman kepada Tribun Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pasien-hivaids.jpg)