Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribuners Memilih

Momen Hari Guru Nasional, Ini Janji Maros Keren ke Guru Jika Terpilih

Pasangan bupati dan wakil bupati Maros, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang selama ini telah mengabdi

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Sudirman
Ist
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maros, haidir Syam dan Suhartina Bohari 

TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Pasangan bupati dan wakil bupati Maros, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang selama ini telah mengabdi untuk pendidikan. 

Chaidir berjanji akan lebih memperhatikan kesejahteraan guru, baik yang sudah menjadi ASN maupun yang masih berstatus honorer. 

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak akan bisa dipisahkan dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. 

Lanjutanya, Maros Keren telah menyiapkan sejumlah program khusus untuk profesi guru. 

Seperti, pemberian honor bagi guru non ASN yang nilainya sama dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku. 

"Selain honor setara dengan UMP, kita juga akan memberikan hak cuti dan THR kepada para guru non ASN kita. Ini kita lakukan biar tidak ada kesenjangan yang terlalu jauh antata ASN dan non ASN," ujar Chaidir, Rabu (25/11/2020). 

Chaidir juga berjanji akan memberikan Surat Keputusan (SK) Bupati kepada guru non ASN yang masih di SK-kan oleh Dinas, tentunya dengan syarat-syarat tertentu. 

Sementara bagi guru yang mengajar di sekolah terpencil, terjauh dan terisolir, Chaidir berjanji akan memberikan insentif khusus dari pemerintah sebagai wujud kepedulian terhadap pengabdian guru di pelosok. 

"Insya Allah nanti guru yang masih di SK-kan oleh Dinas, akan kita berikan SK Bupati jika memang telah memenuhi syarat tertentu. Bagi yang mengajar di pelosok, kita juga akan berikan insentif tambahan," lanjutnya. 

Calon Wakil Bupati, Suhartina Bohari menambahkan, jika mereka terpilih, penempatan guru dan juga kepala sekolah akan dilakukan dengan sistem zonasi yang tidak jauh dari tempat tinggal guru atau Kepala Sekolah. 

"Jadi kalau ada guru atau Kepala Sekolah yang tinggal di Marusu, tidak boleh lagi ditempatkan di Mallawa. Nantinya semua akan ditempatkan di dekat tempat tinggal mereka agar lebih efektif dan efisien tentunya," terang Suhartina. 

Selain itu, kata dia, kualitas tenaga pendidik juga harus terus ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan yang lebih spesifik, utamanya di bidang tertentu yang masih kurang tenaga pendidiknya. 

"Kami tentunya akan terus memberikan pelatihan kepada guru agar kualitasnya makin mumpuni. Utamanya, terkait bidang tertentu seperti kesenian yang mungkin masih jarang tenaga khusus pendidiknya," tutupnya.

Sekedar diketahui, saat ini dipastikan ada tiga Paslon yang akan bertarung di Pilkada Maros, yaitu Pasangan Tajerimin - Havid S Pasha yang diusung oleh Golkar (7 kursi), PKB (4 kursi) dan Demokrat (1 kursi), mendapat nomor urut 1.

Pasangan Chaidir Syam - Suhartina Bohari yang telah diusung oleh PAN (6 kursi), PBB (1 kursi), PPP (2 Kursi), da Hanura (4 kursi), mendapatkan nomor urut 2.

Terakhir, Paslon Harmil Mattotorang - Ilham Nadjamuddin yang diusung oleh PKS (2 kursi), dan Nasdem (5 kursi), mendapat nomor urut 3.

Laporan tribunmaros.com,M Ikhsan

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved