Breaking News:

Kasus Korupsi

KPK Periksa Tahanan Korupsi Proyek Lampu Jalan di Lapas Polewali Mandar

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang tahanan  kasus korupsi di Polewali Mandar (Polman).

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/HASAN
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang tahanan kasus korupsi di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (25/11/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang tahanan  kasus korupsi di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (25/11/2020).

Pemeriksaan ini diduga ada kaitannya dengan penyelidikan  KPK terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016/2017 yang diindikasi ada penyimpangan.

Berdasarkan informasi diperoleh tribun-timur.com, pemeriksaan tersebut berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Polewali Mandar.

Kepala Lapas Kelas II B Polewali Mandar, Abd Waris yang dikonfirmasi membenarkan kedatangan penyidik KPK ke lapas.

KPK disebut menemui seorang tahanan korupsi proyek lampu jalan Polewali Mandar bernama Haeruddin alias Herdi.

"Iya, Herdi dimintai klarifikasi," ujarnya.

Menurut Abdul Waris penyidik KPK mendatangi lapas dua hari setelah pengambilan keterangan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar periode 2014-2019 di aula Markas Kepolisian Resor Polewali.

"Hari kedua setelah mulai pemeriksaan di Polres," tuturnya.

Sekadar diketahui, Haeruddin atau Herdi sebelumnya divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Tindak Pindana Korupsi Memuju atas kasus korupsi pengadaan lampu jalan tenaga surya dengan sumber dana Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2016.

Ia divonis selama 5 tahun dengan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan. 

Selain pidana penjara, ia juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 2,9 miliar lebih, subsider 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Dalam kasus ini, juga menyeret Kepala Bidang Pemerintahan Desa Kabupaten Polewali Mandar, Andi Baharuddin Patajangi.

Ia divonis dengan pidana penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.(*)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved