Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bantaeng

Curhat Warga Bantaeng 7 Hari Air Tak Mengalir, Harus ke Rumah Keluarga Cuci Pakaian

Warga kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, kekurangan air bersih.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
Ist
Penampungan air saat ini kering di rumah salah satu pelanggan PDAM, Tita di BTN Lamalaka, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng karena selama 7 hari air PDAM tidak mengalir. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Warga kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, kekurangan air bersih.

Apalagi sudah tujuh hari air tak mengalir di kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng.

Pelanggan PDAM, Tita mengatakan, sudah satu pekan air PDAM tak pernah mengalir.

"Biasanya mengalir kalau tengah malam jadi kita tinggal tampung, tapi sekarang sudah menunggu sampai subuh tidak ada air air mengalir," kata Tita kepada TribunBantaeng.com, Selasa, (24/11/2020).

Karena air PDAM tak mengalir, ia terpaksa mengambil air dari sumur tetangganya dengan cara mengangkat menggunakan wadah.

Hal itu sudah ia lakukan selama 7 hari berturut-turut. Begitupun dengan warga lain yang tak punya mata air sumur.

"Tidak ada sekali memang air mengalir. Jadi kita ambil air dari tetangga karena kebetulan ada sumurnya," ujarnya.

Selain itu, sesekali mobil tangki PDAM datang saat dihubungi warga, namun tak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan warga.

Meskipun dapat air dari mobil tangki PDAM, kadang Tita tetap membeli air galon apabila air dari PDAM kurang bersih.

"Jadi untuk mandi, wudhu dan lainnya kita ambil air dari tetangga. Kadang juga kalau ada mobil tangki kita ambil dari situ," lanjutnya.

Kamudian, untuk mencuci pakaian dia harus ke rumah keluarganya karena air yang didapat dari tetangganya juga terbatas.

"Jadi bukan hanya di lorongku saja, tapi semua warga disini mengeluh semua," jelasnya.

Direktur PDAM Bantaeng, Muhammad Fajri mengatakan, suplai air di Lamalaka berasal dari mata air PDAM yang berada di Pajukukang.

Namun karena debit air sudah berkurang akibat musim kemarau, sehingga suplai air ke Lamalaka juga berkurang.

"Selama ini BTN Lamalaka disuplai air dari Pa'jukukang namun karena kemarau debit air turun, sehingga tidak maksimal lagi, sementara di Pajukukang juga semakin banyak penduduk yang gunakan," kata Juju sapaan akrabnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved