Debat Kedua Pilwali Makassar 2020
Danny Pomanto Anggap Tema Debat Kedua Sejalan dengan Prestasi di Masanya
Terkait keempat tema tersebut, Calon Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto optimistis menguasai bahan debat
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tema debat publik kedua Pemilihan Wali (Pilwali) Makassar terkait pertumbuhan ekonomi, reformasi birokrasi, penataan kota dan pelayanan publik.
Terkait keempat tema tersebut, Calon Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto optimistis menguasai bahan debat, karena sudah dilaluinya 1 periode jabatannya.
"Temanya bagus, karena topiknya paling mencolok, bisa diukur 5 tahun sebelum pemerintahan era saya, lalu masa jabatan saya, dan pemerintahan saat dipegang PJ wali kota atau gubernur selama 2 tahun ini, ukurannya sangat jelas untuk dibandingkan," kata Danny via rilis Tim Adama.
Menurut Danny, terkait tema Reformasi Birokrasi, di masanya sebelum Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) terbentuk, ia telah melakukan kebijakan lelang jabatan hingga di tingkat kecamatan dan kelurahan dengan melibatkan assesmen dari Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Termasuk pula dengan pertumbuhan ekonomi Makassar di masa Danny meningkat menjadi 8,23 persen, di atas pertumbuhan ekonomi Sulsel yang hanya rata-rata 7 persen. Pertumbuhan ekonomi nasional sendiri hanya rerata 5 persen kala itu.
"Variabel pertumbuhan ekonomi ada dua indikator besarnya, baik economy growth atau inflation rate-nya, lalu akibatnya ada pada PDRB, income perkapita, gini ratio, dan Indeks Pertumbuhan Manusia. pendapatan akan bagus jika ekonomi tumbuh, ekonomi tumbuh kalau PAD meningkat, berputar seperti roda, berputar antara pendapatan dan belanja, makin kencang makin jauh jalannya," ujarDanny.
Danny menambahkan, di masanya pula pelayanan publik makin baik, terbukti dengan beberapa penghargaan resmi seperti Piala Adipura, hingga Adipura tingkat ASEAN. Begitu pula pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Makassar, yang juta melibatkan kaum millenial sebagai aktor dari tumbuhnya ekonomi kreatif.
"Di jaman pemerintahan saya, Makassar ditetapkan oleh UNESCO sebagai destinasi wisata Gastronomi karena Makassar kaya akan ragam kulinernya," kata Wali Kota Makassar periode 2014-2019 itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/danny-pomanto-di-kelurahan-daya-kecamatan-biringkanayya-kota-makassar.jpg)