Selain AP Pettarani, Ini Daftar Daerah Rawan Banjir di Makassar, BMKG Ungkap Pemicunya
Dengan adanya intensitas curah hujan yang tinggi, akan menimbulkan genangan bahkan banjir dititik tertentu, terkhusus di daerah cekungan.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Saat ini Sulawesi Selatan memasuki masa transisi menuju musim hujan, termasuk Kota Makassar.
Dari rilis cuaca prakirawan BMKG Makassar, musim hujan kali ini disertai dengan fenomena alam yang disebut La Nina.
Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Makassar, Hanafi Hamzah mengatakan adapaun wilayah yang intens akan diguyur hujan, yaitu pantai barat, mulai dari Kabupaten Barru, kemudian Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, termasuk Kota Makassar.
Baca juga: Masuk Transisi Musim Hujan, Ini Daerah di Makassar yang Berpotensi Banjir
Menurut dia, dengan adanya intensitas curah hujan yang tinggi, tentu akan menimbulkan genangan bahkan banjir dititik tertentu, terkhusus di daerah cekungan.
Khusus untuk Makassar, ada beberapa daerah yang rawan terkena banjir, diantaranya daerah cekungan, daerah penampungan air (rawa-rawa), yang saat ini dibeton untuk dijadikan perumahan.
Baca juga: FOTO: Bakal Jadi Percontohan Pulau Wisata, Gubernur NA dan PJ Wali Kota Kunjungi Pulau Lanjukang
"Ada beberapa daerah seperti di, BTN Antara, Daya, Batua atau Toa Daeng Tiga. Atau daerah yang dulunya daerah cekungan atau penampungan air yang saat ini sudah dibeton. Jadi saat hujan air akan tertampung," ujarnya, Minggu (22/11/2020) ke wartawan Tribun Timur.
Tak hanya itu, daerah yang saluran airnya tidak terkoneksi juga akan memicu terjadinya banjir.
"Panakukang dan Pettarani itu juga rawan, karena salurannya kurang bagus. Bisa kita lihat saluran resapan air disana sedikit, padahal harusnya ada area resapan air yang membuat air hujan bisa terus mengalir," jelasnya.
Baca juga: Genangan Air di AP Pettarani Makassar Paksa Pengendara Kurangi Kecepatan
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar saluran air harus dipastikan tidak tersumbat, agar air hujan bisa mengalir, sehingga tidak terjadi genangan.
"Yang bisa kita lakukan sekarang adalah, apabila disuatu daerah mengalami curah hujan, maka curah hujan itu harus segera mengalir,” kata Hanafi.
“Jadi sederhana saja, misalkan selokan-selokan harus dipastikan bahwa alirannya bisa sampai ke kanal-kanal," katanya
"Dan kanal ini juga penting, bagaimana kalau ada debit air yang besar, bisa segera mengalir ke laut. Karena pengaruh La Nina ini bisa sampai Maret 2021," Hanafi menambahkan.
Baca juga: Peresmian Tol Layang Pettarani dan Bandara Toraja Ditunda Lagi, Gubernur Sulsel ke Pinrang
Banjir Karena Ulah Warga
Sebelumnya, Plt Kepala Bidang Drainase, Dinas PU Makassar, Syafar Madjid mengatakan genangan yang terjadi di Makassar ini disebabkan oleh ulah oknum warga yang membuang sampah sembarangan.
Syafar tak menampik, saluran drainase di Makassar tidak terkoneksi baik akibat sampah plastik, pipa, dan kayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/banjir-makassar_20180314_215022.jpg)