Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pedestrian Metro Tanjung Bunga

Proyek Pedestrian Tanjung Bunga Diduga Terkendala Lahan, Ini Tanggapan Pj Walikota Makassar

Proyek Pedestrian Tanjung Bunga Diduga Terkendala Lahan, Ini Tanggapan Pj Walikota Makassar

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Papan di sekitar proyek pedestrian bertuliskan lokasi tidak dapat dikerjakan karena terkendala lahan, yang berada di Proyek pembangunan pedestrian di Metro Tanjung Bunga. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Proyek Pedestrian Tanjung Bunga Diduga Terkendala Lahan, Ini Tanggapan Pj Walikota Makassar.

Proyek pembangunan pedestrian di Metro Tanjung Bunga yang pengerjaannya senilai kurang lebih Rp127 miliar berpotensi mangkrak, sebab terkendala masalah lahan, apalagi target pengerjaannya sudah dibawa 2 bulan.

Menurut pantauan wartawan tribun-timur.com, terdapat papan di sekitar proyek pedestrian bertuliskan lokasi tidak dapat dikerjakan karena terkendala lahan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menepis hal itu, menurutnya pengerjaan masih terus berjalan, dan hanya terkendala di masalah teknis saja.

Apalagi, pemilik lahan telah membuat surat pernyataan penyerahan lahan diatas materai sehingga dinilai punya dasar hukum.

"Semuanya kan sudah memberikan surat pernyataan bersedia untuk menyerahkan lahannya untuk negara. Mungkin masalah teknis saja, atau masalah administrasi," ujarnya, Jumat (20/11/2020).

Lanjutnya, pembangunan pedestrian ini untuk kemajuan kota Malassar, dan pihak yang akan memperoleh keuntungan secara langsung adalah para pemilik lahan itu sendiri.

"Saya yakinlah semua berkomitmen untuk kemajuan kota Makassar, apalagi kalau mereka itu pengusaha besar yang punya tanah ribuan meter persegi disana. Karena kalau ini selesai tentu yang diuntungkan pemilik lahan yang ada di situ, harga tanah jadi naik, posisi lahan menjadi strategis. Jadi saya kira tidak arif lah kalau ada yang bilang tidak mau, mudah - mudahan tidak terjadi masalah," jelasnya.

Meski saat ini progresnya masih sangat minim, ia tetap optimis bahwa pengerjaannya akan selesai tepat waktu.

"Ini yang kerjakan BUMN (PT Nindya Karya) yah, jadi tentu saya pikir BUMN punya strategi perampungan yang lebih baik, apalagi pak Dirut sudah menyampaikan akan mengupayakan semaksimal mungkin segala daya yang dimiliki untuk itu (penyelesaian)," terangnya

Sehingga saat ini yang perlu dibangun itu adalah sinergi dan komunikasi terkait hambatan yang ada di lapangan.

"Tinggal sekarang yang perlu itu sinergi dan komunikasi, hambatan apa yang ada kita selesaikan bersama, kita berharap semoga semua berjalan lancar agar pedestrian bisa rampung tepat waktu," tutupnya.

Laporan tribuntimur.com, M Ikhsan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved