Berani Turunkan Baliho Bos FPI Rizieq Shihab, Siapa Mayjen TNI Dudung Abdurachman? Bekas Penjual Kue
Berani turunkan baliho bos FPI Rizieq Shihab, siapa Mayjen TNI Dudung Abdurachman? Bekas penjual kue.
Kemudian, Danrindam II/Sriwijaya tahun 2011, Wagub Akmil pada tahun 2015 hingga 2016, serta Staf Khusus KSAD tahun 2016 hingga 2017.
Lalu, Waaster KSAD tahun 2017 hingga 2018, Gubernur Akmil tahun 2018 hingga 2020, sampai akhirnya menjabat sebagai Pangdam Jaya.
Dia dilantik sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020.
Ingatkan Rizieq Shihab dan FPI
Mayjen Dudung Abdurachman sebelumnya mengakui memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho Rizieq Shihab.
Dia menjelaskan, awalnya sejumlah petugas Satpol PP sudah menurunkan baliho yang dipasang tanpa izin itu.
Namun, pihak FPI justru kembali memasang baliho-baliho tersebut.
Oleh karena itu, TNI turun tangan.
Mayjen Dudung Abdurachman memastikan bahwa operasi untuk menurunkan baliho Rizieq Shihab masih akan terus berlanjut.
"Dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," katanya.
Pangdam Jaya juga membenarkan adanya patroli pasukan TNI dengan kendaraan taktis di Petamburan III, dekat markas FPI.
Hal itu menjawab video pergerakan pasukan yang beredar di media sosial.
Menurut Pangdam Jaya, tindakan pasukan TNI di Petamburan itu memang kegiatan patroli rutin untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
Mayjen Dudung Abdurachman lalu mengingatkan Rizieq Shihab dan FPI bahwa akan ada konsekuensi jika mencoba mengganggu persatuan di wilayah Kodam Jaya.
"Jangan coba-coba ganggu persatuan dan kesatuan di Jakarta. Saya panglimanya. Kalau coba-coba, akan saya hajar nanti," kata Mayjen Dudung Abdurachman.
Mendengar pernyataan Dudung itu, prajurit TNI yang berada di Monas langsung bertepuk tangan.
Mayjen Dudung Abdurachman kemudian merespons itu.
"Semua prajurit mendukung. Siap kalian, ya?" kata Mayjen Dudung Abdurachman.
"Siaaap," jawab para prajurit TNI kompak.(*)