Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sudah Banyak Perempuan Nyaris Diperkosa Dussu Lelaki Bantaeng

Apalagi, S saat ingin diperkosa sedang sendiri, sehingga merasa ketakutan dan melakukan perlawanan.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Imam Wahyudi
tribunnews
ilustrasi pemerkosaan 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Percobaan pemerkosaan terjadi di Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi-selatan, Senin, (9/11/2020)

Pelaku adalah Dussu (50) yang mengancam korban, S menggunakan sebilah parang untuk memaksa S memenuhi nafsu bejatnya.

Dussu sebagai pelaku sempat dilukai oleh korban S saat itu, karena melakukan perlawanan untuk mencegah tindakan bejat Dussu.

Pendamping Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Rusdawaty mengatakan, pelaku wajar dilukai karena korban hanya bermaksud ingin membela diri.

"Wajarlah kalau dilukai karena korban itu takut trauma jadi wajar kalau dia dilukai karena dia pegang parang untuk diancam ingin diperkosa," kata Rusdawaty kepada TribunBantaeng.com, Rabu, (18/11/2020).

Apalagi, S saat ingin diperkosa sedang sendiri, sehingga merasa ketakutan dan melakukan perlawanan.

Percobaan pemerkosaan kepada S, yang dilakukan Dussu, tidak hanya dilakukan sekali. Tetapi sudah berulang kali.

Bahkan, Dussu mencoba melakukan aksi bejatnya itu bukan hanya kepada S. Sudah ada beberapa korban lainnya.

"Jadi hal itu wajar dilakukan karena dia takut apalagi sendiri. Bahkan istri dari pelaku berkata "Mate Matenna" (biarkan saja mati). Sudah berapa kali juga pelaku sudah kasih begitu korban dan ada korban lain juga," tuturnya.

Diketahui, korban, S yang ditemui TribunBantaeng,com, Senin, (9/11/2020), mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.

"Kejadiannya pagi sekitar jam 09.00 sewaktu perjalanan pulang kerumah saya," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, S berangkat dari rumahnya untuk membantu suaminya yang sedang berada di luar kota untuk mengambil rumput makanan sapi.

Ketika perjalanan pulang kerumahnya, S melewati jalan yang berada disamping rumah pelaku, Dussu.

Saat itu, Dussu langsung menghadang S, menggunakan sebilah parang kemudian memaksa S untuk berhubungan suami istri.

"Dia buka langsung celananya, baru dia ancam saya untuk dibunuh pakai parang kalau tidak turuti maunya," ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved