Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Jeneponto

Pemda Jeneponto Bahas Pemboikotan Produk Prancis, Sekda: Harus Diteliti Baik-baik

Saat melakukan aksi unjuk rasa pada Minggu (8/11/2020), para demonstran meminta untuk memboikot segala produk Prancis.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Sudirman
Ist
Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Syafruddin Nurdin 

TRIBUN-TIMUR COM JENEPONTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, kini membahas tuntutan demonstran terkait aksi bela nabi.

Saat melakukan aksi unjuk rasa pada Minggu (8/11/2020), para demonstran meminta untuk memboikot segala produk Prancis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Syafruddin Nurdin mengatakan, tuntutan para demonstran sudah dibahas pada acara coffe morning.

"Tadi telah diagendakan dan masuk dalam agenda coffe morning," ujar Syafruddin, Senin (9/11/2020).

Saat ini telah diserahkan ke Kesbangpol untuk dipelajari selanjutnya dan akan diambil langkah untuk ditindaklanjuti.

"Pada prinsipnya pemerintah yang notabenenya adalah umat Islam juga memberikan apresiasi terhadap aksi solidaritas. Pemerintah secara keseluruhan juga melakukan pengecaman terhadap presiden Prancis," ungkap Syafruddin Nurdin.

Sekarang persoalannya ialah mengindetifikasi barang barang atau produk prancis yang masuk ke daera.

"Nah ini juga sementara ditugaskan untuk mencoba identifikasi yang manakah itu produk Prancis yang masuk di Jeneponto ini," lanjutnya.

Memang banyak yang menyebutkan jenis jenis prodak Prancis yang ada di Jeneponto, tetapi setelah ditelusuri itu tidak masuk prodak dari pada negara tersebut.

Agar tidak salah langkah mengambil keputusan, maka dibutuhkan identifikasi secara detail betul produk-produk yang mana.

"Memang terkadang ada sebuah prodak dari sebuah negara tersebut tetapi pada produksi dan pemasarannya sudah tidak menjadi milik negara tersebut. Ada beberapa yang begituan, jangan sampai kita salah memboikot," tutup Syafruddin Nurdin.

Lapotan Wartawah Tribun Jeneponto, Rakib.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved