Breaking News:

Tribun Pangkep

Kisahnya Viral, Mantasia Gadis Penderita Tumor Tulang di Pangkep Dapat Perhatian Bupati

Mantasia Anas (12) penderita tumor tulang dari Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep dapat perhatian bupati

TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Mantasia Anas (12) penderita tumor tulang dari Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep saat berkunjung ke kediaman Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Setelah kisah Mantasia Anas (12) viral di media sosial, seorang anak perempuan, yang berasal dari Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, yang diduga menderita tumor tulang pada bagian wajahnya.

Bupati Pangkejene dan Kepulauan (Pangkep), Syamsuddin Hamid mengundang Mantasia bersama keluarganya ke kediaman pribadinya.

Dalam pertemuannya itu Syamsuddin Hamid mengatakan, bahwa informasi mengenai kondisi warganya ini baru ia dapatkan, dan pihaknya dalam hal ini Pemerintah Daerah akan menjamin pengobatan Mantasia.

”Akibat penyakitnya, Mantasia pun berhenti sekolah karena malu dengan kondisi wajahnya. Sebenarnya, kondisi ini sudah mendapat perhatian dan penanganan, namun, memang butuh penanganan ekstra khusus untuk kondisinya,”ujar Syamsuddin Hamid, Jumat (30/10/2020).

Bupati Pangkep 2 priode ini pun menjelaskan, jika Mantasia akan dibawa ke Rumah Sakit Pangkep, untuk mendapat pengobatan.

"Semoga rumah sakit Pangkep bisa melakukan pengobatan kepada Mantasia, dan jika tidak kami akan cari rumah sakit yang bisa mengobatinya," terangnya.

Ia pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyrakat yang telah ikut membantu warganya ini.
Mantasia Anas sendiri merupakan anak tunggal dari pasangan Anas Sulle dan Murni Pangga Gadis kecil ini, terpaksa  berhenti sekolah, karena malu dengan kondisi wajahnya.

Sementara itu Ibu Mantasia, Murni Pangga menjelaskan, tumor yang dialami putrinya terjadi sejak 4 tahun lalu.

Awalnya Mantasia mengalami pembengkakan dibagian wajah saat berumur 8 tahun atau sejak kelas 2 SD.

"Namun, kami baru sadar, waktu Mantasia mengeluh, karena ada perubahan di bentuk wajahnya," jelasnya
Ia bersama suaminya, Muh Anas yang bekerja sebagai buruh lepas, sudah berupaya untuk menyembuhkan anaknya.

"Kami berharap putri kami bisa sembuh, dan bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih baik," tutupnya.

 Laporan Tribunmaros.com, M Ikhsan

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved