Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polipangkep Dampingi Kelompok Tani Sipatuwo Kembangkan Pertanian Terintegrasi Zero Waste

Polipangkep menggandeng Kelompok Tani Sipatuwo di Desa Bara Batu, untuk mengembangkan pertanian terintegrasi berbasis sistem zero waste.

Tayang:
Polipangkep
POLIPANGKEP - Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) menggandeng Kelompok Tani Sipatuwo di Desa Bara Batu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, untuk mengembangkan pertanian terintegrasi berbasis sistem zero waste. 

TRIBUN-TIMUR.COM – Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. 

Tahun ini, Polipangkep menggandeng Kelompok Tani Sipatuwo di Desa Bara Batu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, untuk mengembangkan pertanian terintegrasi berbasis sistem zero waste.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pendampingan tahun 2024 melalui Dana Padanan Kedaireka. Tim dosen yang terlibat terdiri dari Dr. Sriwati Malle, S.TP., M.Si. (ketua), Dr. Ir. Alima Bachtiar Abdullahi, S.Pt., M.Si., dan Ummul Masir, S.Pt., M.Si., bersama dua mahasiswa.

Menurut Sriwati Malle, sejumlah kegiatan telah dilakukan, di antaranya sosialisasi program, pembenahan kandang broiler, pembangunan kolam terpal ikan lele, pengadaan sarana pendukung, penerapan teknologi, serta pendampingan budidaya broiler dan lele hingga pengolahan limbah. Tahap berikutnya difokuskan pada pengolahan hasil, manajemen usaha, dan keberlanjutan program.

Dr. Alima Bachtiar Abdullahi menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan nasional Asta Cita, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dari desa, meningkatkan lapangan kerja, kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif. 

Selain itu, program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU), program ini mencakup: mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus (IKU 2), dosen berkegiatan di luar kampus (IKU 3), dan hasil kerja dosen dimanfaatkan masyarakat (IKU 5).

Sekretaris Kelompok Tani Sipatuwo, Saharuddin, menyampaikan bahwa pendampingan dari Polipangkep membawa manfaat besar.

“Kami mendapat peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta akses pada inovasi dan teknologi yang berdampak pada produktivitas kelompok,” ujarnya.

Dengan pendekatan pertanian terintegrasi zero waste, diharapkan Kelompok Tani Sipatuwo dapat lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan dalam mengelola usaha pertanian mereka.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved