Breaking News:

Pasar Pangan Lokal

Lestarikan Pangan Lokal, Earth Hour Makassar Gelar Pasar Pangkal

Komunitas Earth Hour (EH) Makassar bekerja sama dengan Pangan Bijak Nusantara menggelar Pasar Pangan Lokal (Pangkal).

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Komunitas Earth Hour Makassar
Komunitas Earth Hour (EH) Makassar bekerja sama dengan Pangan Bijak Nusantara menggelar Pasar Pangan Lokal (Pangkal) di Rumah Hijau Denassa (RHD) Jalan Borongtala, Kelurahan Tamallayang, Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/10/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Komunitas Earth Hour (EH) Makassar bekerja sama dengan Pangan Bijak Nusantara menggelar Pasar Pangan Lokal (Pangkal).

Kegiatan ini berlangsung di Rumah Hijau Denassa (RHD) Jl Borongtala, Kelurahan Tamallayang, Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/10/2020).

Meski digelar ditempat terbuka, panitia tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran Pemerintah.

Sehingga, siapa pun yang masuk kedalam pasar, wajib mengenakan masker dan menaati protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Suasana di dalam pasar juga ditata sedemikian rapi dengan memberikan batas jarak aman antara pedagang dan pembeli, serta tersedianya air untuk cuci tangan.

Koordinator Kota EH Makassar, Nanda Irma Aulia Desi Pratiwi mengatakan Pasar Pangkal yang diselenggarakan kali ini adalah wujud untuk melestarikan panganan lokal.

"Jadi di pasar pangkal ini hanya panganan lokal yang akan dijajakan. Uang atau alat jual beli yang digunakan di pasar ini pun menggunakan daun lontar yang merupakan salah satu item Makassar," kata Nanda sapaan akrabnya.

Dalam acara ini, ada beragam item kegiatan, salah satunya ada kelas memasak membuat panganan lokal. Lalu ada kelas daring (online).

"Ada virtual kelas juga memperkenalkan tumbuh-tumbuhan yg ada di kawasan Rumah Hijau Denassa, dan ada sesi belajar menanam padi," bebernya.

Tak hanya itu saja, para peserta pun akan kembali bernostalgia dengan makanan jajanan masa kecil mereka yang sudah jarang ditemukan.

Dan generasi muda juga akan dikenalkan dengan makanan lokal yang telah ditemui di kehidupan sehari-hari.

"Harapannya, pengunjung bisa kembali mencari dan mengonsumsi panganan lokal di kehupan sehari hari," ujarnya.

Diketahui, Earth Hour merupakan merupakan salah satu gerakan yang diinisiasi oleh WWF (World Wide Fund for Nature) yang berfokus pada kampanye global untuk melawan perubahan iklim.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved