Tribun Wiki
TRIBUN WIKI: Sejarah Berdirinya Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Palopo
Kantor ini berada di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
Beras merupakan komoditi utama masyarakat Sulawesi Selatan dan Pelabuhan Tanjung Ringgit sebagai mediator perdagangan dengan pulau-pulau lain di Indonesia.
Keberadaan pelabuhan tersebut mempunyai dampak yang sangat besar terhadap aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
Pelabuhan Tanjung Ringgit di Palopo dibangun pada tahun 1920 oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Pada awalnya pelabuhan ini merupakan sebuah dermaga kecil yang hanya bisa disinggahi oleh kapal-kapal yang juga bertonase kecil untuk mendukung jalur distribusi barang, dan mobilitas orang yang menghubungkan dengan beberapa pelabuhan lainnya seperti Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar dan Pelabuhan Nunukan di Kalimantan.
Pelabuhan Tanjung Ringgit kemudian mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan perekonomian.
Pelabuhan Tanjung Ringgit dianggap sebagai pelabuhan penting di Kerajaan Luwu, karena biasa berlabuh beberapa kapal junk (perahu yang besar atau kapal layar).
Di daerah ini tersedia barang dagangan berupa beras, kopra, kopi, cokelat dan hasil bumi lainnya, dan lada dalam jumlah banyak sekali.
Dari data tersebut tergambar bagaimana posisi dan peranan Palopo sebagai kota pelabuhan sangat penting di Nusantara.
Walaupun hal ini tidak terkait langsung dengan pelabuhan Tanjung Ringgit yang lahir kemudian, namun memberikan gambaran posisi Palopo di jalur Internasional, dan gambaran komoditi yang ada di Palopo masa itu.
Bahkan pada masa awal keberadaan Pelabuhan Tanjung Ringgit menunjang aktifitas perdagangan antar daerah tahun 1920 sampai tahun 1954.
Melihat fungsi tersebut, pemerintah menetapkan pelabuhan Tanjung Ringgit sebagai pelabuhan khusus, artinya pelabuhan khusus penyeberangan kapal ferry.
Fungsi ini berbeda dengan keberadaan pelabuhan umum seperti Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar.
Aktivitas pelabuhan Tanjung Ringgit sebagai pelabuhan alam yang melayani kegiatan bongkar muat khususnya barang-barang hasil pertanian dan perkebunan.
Disamping itu juga melayani kegiatan embarkasi dan debarkasi penumpang kebeberapa pulau terutama di Kalimantan, baik itu di Balikpapan, Samarinda, Bontang dan lain-lain.
Barang-barang hasil pertanian yang paling sering dipasarkan ke pulau lain lewat pelabuhan ini adalah beras.
Beras merupakan komoditi utama masyarakat Sulawesi Selatan dan pelabuhan Tanjung Ringgit sebagai mediator perdagangan dengan pulau-pulau lain di Indonesia.
Keberadaan pelabuhan tersebut mempunyai dampak yang sangat besar terhadap aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kantor-unit-penyelenggara-pelabuhan-kelas-ii-palopo-di-jalan-yos-sudarso-kelurahan-pontap.jpg)