Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jumhur Hidayat Ditangkap

Jumhur Hidayat Deklarator KAMI Rekan Gatot Nurmantyo Ditahan Anak Buah Idham Azis,Dulu Dukung Jokowi

Satu lagi Kabar Buruk untuk Gatot Nurmantyo dan KAMI. Selain Syahganda Nainggolan, pihak polisi anak buah jenderal Idham Azis juga menangkap Jumhur H

Editor: Rasni
Kompas
Foto Jumhur Hidayat 14102020 

TRIBUN-TIMUR.COM - Satu lagi Kabar Buruk untuk Gatot Nurmantyo dan KAMI.

Selain Syahganda Nainggolan, pihak polisi anak buah jenderal Idham Azis juga menangkap Jumhur Hidayat.

Ternyata rekam jejaknya di dunia politik dan pemerintahan juga tak bisa dianggap remeh. Dulu dipecat SBY dan sempat dukung Jokowi.

Kabar penangkapan tersebut dikonfirmasi Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono ketika dihubungi, Selasa.

Baca juga: KABAR GEMBIRA, Bantuan Subsidi Upah Gelombang 2 Segera Disalurkan: Syarat & Proses Penyalurannya

Meski demikian, belum ada informasi lebih lanjut terkait kasus yang menyebabkan penangkapan Jumhur Hidayat.

Namun, dua rekannya yang lain, yakni Anton Permana dan Syahganda Nainggolan yang juga merupakan petinggi KAMI juga telah diamankan polisi.

Dikenal sebagai aktivis

Jumhur Hidayat sendiri sejak muda dikenal luas oleh publik sebagai aktivis sosial.

Pria yang lahir di Bandung, 18 Februari 1968 ini sudah menjadi aktivis sejak masih berstatus mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jumhur pernah dipenjara karena terlibat dalam aksi mahasiswa yang menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri Rudini pada 1989.

Selain menjadi aktivis, dia pun pernah meniti karier politik lewat Partai Daulat Rakyat yang mengikuti Pemilu 1999.

Baca juga: Untuk Siapa Proposal Permintaan Dana Diduga Biaya Demo UU Cipta Kerja dan Percakapan WA KAMI?

Baca juga: Hukum Shalat Rebo Wekasan / Rabu Wekasan Tak Ada dalam Islam, Shalat Hajat Ada Cek Niat & Tata Cara

Baca juga: NONTON TV ONLINE Peru Vs Brasil Kualifikasi Piala Dunia 2022, Akses Link Live Streaming Mola TV

Di partai tersebut, dia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Jumhur masih menempati jabatan yang sama saat Partai Daulat Rakyat bergabung bersama tujuh partai politik lain untuk membentuk Partai Sarikat Indonesia pada 2002.

Namun, partai itu gagal dalam Pemilu 2004.

Setelahnya, Jumhur meninggalkan kegiatan politik dan lebih memilih dunia pergerakan.

Dia sempat bergabung pula dengan organisasj Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo).

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved