Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketua HIPMI Sulsel: Omnibus Law Permudah Investasi

Persetujuan untuk membawa RUU Omnibus Law Cipta kerja ke Rapat Paripurna DPR berasal dari tujuh fraksi

Tayang:
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
DOK PRIBADI
Ketua Umum BPD Hipmi Sulsel dan Presdir IMB Group, Andi Rahmat Manggabarani 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rapat Kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama pemerintah dan DPD RI menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dibawa ke Rapat Paripurna DPR.

Hasil rapat itu membuat RUU Omnibus Law Cipta kerja tinggal selangkah lagi sebelum mendapat persetujuan menjadi Undang-Undang (UU).

Persetujuan untuk membawa RUU Omnibus Law Cipta kerja ke Rapat Paripurna DPR berasal dari tujuh fraksi, yaitu PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, dan PPP.

Sementara itu, dua fraksi menyatakan penolakan terhadap RUU ini, yaitu PKS dan Demokrat.

Terpisah, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel, Andi Rahmat Manggabarani mengatakan, Undang-undang Omnibus Law ini membawa angin segar bagi dunia usaha.

"Karena pemerintah telah mengatur tentang bagaimana percepatan dan kemudahan investasi, perpajakan dan juga ketenaga kerjaan," katanya. 

Menurutnya, kalau investasi semakin dimudahkan, maka tentu akan tercipta lapangan kerja baru. 

"Uang yang berputar di dalam negeri akan semakin baik sehingga diharapkan akan meningkat perputaran ekonomi Indonesia secara keseluruhan," katanya. 

Menurutnya, sekarang saja sudah banyak usaha baru yang bermunculan, bahkan perizinan dan perpajakannya belum diatur. 

"Contohnya, pengusaha digital. Netflix dan iklan berbayar di FB dan Instagram," katanya. 

Menurutnya, usaha digital membuka  lapangan kerja baru berupa konsultan media sosial, content creator dan tenaga kerja kreatif lain.

"Jadi penyerapan dan penciptaan lapangan kerja sedang terjadi. Seperti yang disampaikan Pak Jokowi, Omnibus law ini hadir untuk mensimplifikasi aturan yang sudah ada dan juga mengatur yang belum diatur sebelumnya. Kalau bahasa simplifikasi maka tentunya ada hal-hal yang semakin mudah," katanya. 

Menurutnya, Balai Latihan Kerja (BLK) pun harus memperbaiki dan meningkatkan kapasitas pelatihan sesuai dengan kepentingan zaman. 

"BLK juga akan diperbaiki supaya bisa memberikan pelatihan yang diperlukan dunia usaha saat ini. Kondisi sekarang adalah saat yang tepat untuk investasi ke diri sendiri. Salah satunya dengan mengikuti pelatihan dan seminar online," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved