Tribuners Memilih
Jika Terpilih di Pilwalkot Makassar, Inilah Program None-Zunnun untuk Dunia Pendidikan
Karena itu, jika diberi amanah memimpin Kota Makassar nantinya, ia akan memprogramkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kota atau disingkat BOSKo
Penulis: Abdul Azis | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Calon Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo mengaku prihatin dengan kondisi dunia pendidikan saat ini.
Karena itu, jika diberi amanah memimpin Kota Makassar nantinya, ia akan memprogramkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kota atau disingkat BOSKot, untuk pendidikan karakter anak.
Apalagi None, mengaku punya pengalaman saat masih menjabat Kepala Dinas Pendidikan Sulsel.
"Saat itu, saya mengunjungi salah satu sekolah. Seorang guru meminta seorang anak memperkenalkan dirinya ke depan kelas. Kau, naik ke depan kelas. Dan ini membuat saya marah sekali. Anak kita di sekolah diajari dengan cara seperti itu," kata None via rilis, Minggu (4/10/2020).
Ia mengungkapkan, peran dunia pendidikan sangat penting dalam membentuk karakter anak.
Sebelum menciptakan anak yang cerdas, sebaiknya membentuk anak menjadi baik dan benar terlebih dahulu.
"Membentuk anak menjadi baik dan benar, tidak bisa diajarkan secara lisan. Tetapi harus dicontohkan, gesture kita harus memperlihatkan itu," ujarnya.
Selain dana BOSKot, ia dan Andi Zunnun menerbitkan Perwali Adab Warga Sekolah.
Mulai dari murid, guru, staf, hingga kepala sekolah. E-raport juga menjadi salah satu program yang digagas kandidat nomor urut 4 ini.
"Mulai dari absensi, aktivitas anak di sekolah, hingga raport, informasinya akan terhubung kepada orangtua secara digital. Hal ini penting, karena kita sebagai orangtua ingin anak-anak kita aman saat berada di sekolah," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/calon-wali-kota-makassar-irman-yasin-limpo-99.jpg)