Bahas Corona di Pondok Pesantren Salafiyah, Wakil Bupati Polman Marah
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Polman dan Kepala UPTD Puskesmas Campalagian belum hadir
Penulis: Hasan Basri | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR. COM, POLMAN - Wakil Bupati Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Natsir marah dalam pertemuan di Kantor Kecamatan Campalagian, Sulawesi Barat, Kamis (01/10/2020).
Dia kecewa karena Kepala Dinas Kesehatan Polman dan Kepala UPTD Puskesmas Campalagian, belum muncul dalam pertemuan yang membahas masalah penanganan corona di Pondok Pesantren Salafiyah.
"Mana pimpinan rumah sakit Campalagian, kepala dinas kesehatan juga, " tanya Muhammad Natsir kepada bawahannya di ruang rapat.
Muhammad Natsir kecewa, karena beberapa undangan, seperti Ketua DPRD Sulbar, Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Kepala BPBD Sulbar sudah hadir.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Polman dan Kepala UPTD Puskesmas Campalagian belum hadir, sedangkan acara sudah mau mulai.
Tidak lama setelah Kepala Dinas Kesehatan hadir, Muhammad Natsir mengingatkan kepada kadis kesehatan agar tidak main main dalam persoalan Covid 19.
Menurutnya, jumlah kasus Covid 19 di Polewali Mandar saat ini tertinggi di Sulbar dan sudah melampaui Kabupaten Mamuju.
"Kalau ada Kepala dinas macam macam kita akan laporkan ke pak Bupati. Kepala Rumah Sakit juga. Kita udang, tapi dua Kepala rumah sakit juga tidak hadir saat ini, " Ucapnya.
Di hadapan para peserta rapat yang juga dihadiri pimpinan Pondok Pesantren serta wali santri, Wakil Bupati langsung meminta kepada Kadis Kesehatan untuk menyampaikan laporan terkait penanganan kasus Covid di Ponpes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wakil-bupati-polew09k.jpg)