Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Rendah

OPINI: Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Rendah oleh Dandi Darmadi.,S.IP.,M.A.P

Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi
Dandi Darmadi.,S.IP.,M.A.P 

OPINI: Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Rendah

Oleh : Dandi Darmadi.,S.IP.,M.A.P

Penyesuaian atas pelbagai rukun kehidupan sosial menjadi resolusi ditengah pandemic Corona Virus Disease 19 atau Covid-19 saat ini, beraneka rupa aktivitas sehari-hari yang selalu dilakukan dalam kondisi normal kini membutuhkan adaptasi baru demi terjaganya kesehatan diridan orang lain.

Semua golongan, kalangan dan  komunitas dalam kehidupan mulai dari bangsawan sampai bawahan semua rawan dengan penyebaran virus ini, Boris Johnson perdana Menteri Inggris, Presiden Brazil Jair Bolsonaro hingga deretan tokoh nasional seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Walikota Bogor Bima Arya, meskipun mereka telah dinyatakan sembuh dari covid-19 namun terdapat juga beberapa kepala daerah yang meninggal.

Perkara tersebut memberi kesaksian bahwa virus ini tidak mengenal jenis manusia dalam penyebarannya, begitupun dampak yang ia timbulkan tidak hanya dampak kesehatan tetapi juga dampak sosial serta ekonomi yang semakin kuat dan massif.

Saat ini per September kasus terkonfirmasi positif di Indonesia telah mencapai 262 ribu jiwa, sedangkan untuk Sulawesi selatan 14 ribu jiwa.

Ketika angka terkonfirmasi tersebut dapat dihitungkan namun angka terdampak pandemic sulit untuk dihitung, seluruh kelompok masyarakat dengan berbagai usaha dan tatanan sosial terinfeksi dampak yang signifikan.

Terdapat 1.348.000 buruh/karyawan yang terancam Pemutusan Hubungan Kerja dan 916.232 Usaha Mikro, Kecil, Menengah yang terancam gulung tikar di Sulawesi Selatan serta berbagai sector terdampak lainnya.

Beberapa daerah di Sulawesi selatan ditetapkan menjadi zona merah termasuk Kota Makassar.

Namun di tengah situasi bencana pandemic seperti ini bukan berarti pemerintah mati tidak bekerja.

Jika meminjam apa yang diungkapkan oleh Piso Caesoninus yaitu fiat justitia ruat caelum yang artinya Keadilan harus ditegakkan meskipun langit akan runtuh.

Pemerintah sebagai distributor keadlian harus tetap berupaya keras meskipun di tengah pandemi.

Kebutuhan anggaran menjadi salah satu jalan untuk mengatasi dampak pandemic saat ini,
untuk itu dari Pemerintah pusat sampai daerah melakukan alokasi anggaran penanganan Covid-
19 dengan tiga focus utama penanganan yaitu kesehatan, ekonomi dan jarring pengaman sosial.

Sejak presiden mengeluarkan peraturan presiden 45 tahun 2020 maka secara nasional ditetapkan
anggaran penanganan pandemic Rp 695,2 triliun.

Dengan rincian sebesar Rp 87,55 triliiun untuk anggaran kesehatan, anggaran perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, insentif usaha sebesar Rp 120,61 triliun, sebesar Rp 123,46 triliun disiapkan untuk sektor UMKM, pembiayaan korporasi menjadi Rp 53,57 triliun, dan untuk dukungan sektoral K/L dan Pemda sebesar Rp 106,11 triliun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved