Sepertinya Tidak Main-main, Ancaman Resesi Sampai Hotman Paris Was-was: Pastikan Ada Uang Buat Hidup
Hotman Paris tentu tidak mencoba menakuti, namun kenyataannya memang demikian. Apalagi pandemi Covid ini membuat semua menjadi terbatas.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pengacara Hotman Paris memberikan nasehat buat para fans dan semua masyarakat untuk mulai berhemat dan menabung di masa pandemi Covid-19.
Apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang ditengah pandemi Covid19, kuartal III ini perekonomian Indonesia kemungkinan akan mengalami kontraksi minus 2,9 persen hingga minus 1,1 persen.
Adapun keseluruhan pertumbuhan ekonomi akhir tahun menurutnya juga akan berada pada kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.
Dengan adanya hal tersebut maka pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV menurutnya juga akan negatif.
• Sri Mulyani Prediksi RI Segera Resesi Dalam Waktu Dekat, Apa yang Bakal Terjadi?
Adanya hal tersebut maka tak menutup kemungkinan resesi ekonomi di Indonesia akan terjadi.
Hotman Paris lewat instagram yang dikutip Wartakotalive.com, Rabu (23/9/2020) mengingatkan pada semua orang untuk mulai menabung untuk bisa bertahan hidup minimal 2 bulan,
"Kepada masyarakat sekarang ini yang penting bertahan hidup dan uang sangat perlu," kata Hotman Paris yang berbicara sambil berendam di kolam renangnya.
"Pastikan kamu punya uang untuk hidup minimum 2 bulan ke depan, kalau ada aset harta likuid jual saja dan simpan dulu untuk jaga-jaga, kalau memang tidak punya duit harus kerja keras, pastikan maskernya harus benar-benar dipakai, tidak perlu kupingnya ditutup dengan kapas. sekarang orang kaya saja gak dapat rumah sakit gara-gara semua penuh," demikian pesan Hotman Paris.
Hotman Paris tentu tidak mencoba menakuti, namun kenyataannya memang demikian. Apalagi pandemi Covid ini membuat semua menjadi terbatas.
Ditambah lagi PSBB Jakarta makin diperketat lagi. Maka gerakan orang untuk keluar rumah makin terbatas dan harus jaga protokol kesehatan.
Para warga net pun berkeluh kesah di kolom komentar Hotman Paris
"Sedih ya pak tapi kita harus bertahan yg pngangguran smoga cpt dpt krjaan lagi buat kluarga di rumah.klau bapak mah ga kan kekurangan duit beda yg komen," tulis warga net
"Bapak Hotman Paris Hutapea yang terhormat bantu sy buat modal jualan biar bisa bertahan hidup."
"Ga smua org bs bertahan hidup bang"
• Apa Itu Resesi Ekonomi? Menko Jokowi Mahfud MD Sebut Indonesia 99,9% Resesi Bulan September 2020
"Udah 4 bulan pak bertahan hidupnya dari kerja serabutan dan menjual barang2 yg ada di rumah... Kalo tabungan memang ga ada pak... Karna dari suami saya masih hidup, uang gaji pas-pasan buat hidup sebulan...itupun jg kadang harus minjam dulu diakhir bulan...apalagi skrng saya ga punya pekerjaan tetap karna diberhentikan sm majikan ... bertahan hidup sm anak2 dri kerja serabutan...anak saya 2 orng masih kecil2... Yg bungsu masih minum susu formula...dan saya tinggal di kontrakan kecil... Apa saja saya kerjakan yg penting halal... dagang kue dimasa pandemi ini ga laku pak apalagi disaat PSBB ... ga tau lg habis ini kalo punya kebutuhan mendesak mau jual barang apa karna barang dirumah udh habis...Doa saya semoga semua orng bisa bertahan hidup disaat pandemi melanda ... Smga lekas hilang virus corona dari muka bumi ini... Sehat selalu pak hotman.."
Cara menghadapi resesi
Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda mengatakan salah satu dampak yang mungkin saja timbul dari terjadinya resesi adalah meningkatnya jumlah pengangguran.
Ia menyebut, banyaknya pengangguran muncul akibat produksi merosot seiring turunnya permintaan agregat masyarakat yang kemudian berdampak pada banyaknya usaha yang tutup maupun gulung tikar.
“Dampak dari resesi bersifat saling terkait dan ada efek bola salju (menggelinding dan membesar),” kata Huda dihubungi Kompas.com Selasa (22/9/2020).
Adapun Apabila resesi terus berlanjut menurutnya dampak lanjutan yang kemudian muncul adalah: Akan semakin tinggi kredit macet yang disebabkan penghasilan masyarakat menurun, dan Kemiskinan akan semakin meningkat.
Pihaknya menyebut, resesi berpotensi pula menyebabkan berkurangnya minat investor akibat daya beli masyarakat yang melemah.
Sehingga menyebabkan mereka enggan berinvestasi dan memasarkan produknya ke dalam negeri.
“Jadi efeknya seperti bola salju yang menggelinding, semakin besar masalah yang ditimbulkan dari resesi,” ujar dia.
Persiapan hadapi resesi
Menurut Huda resesi yang kemungkinan terjadi pada triwulan ke III 2020 ini beberapa hal yang harus dipersiapkan masyarakat adalah sebagai berikut:
Mengubah pola konsumsi dari konsumsi tersier ke konsumsi primer
Memperbanyak tabungan guna menghadapi krisis ekonomi (bagi yang masih ada penghasilan)
Membuka usaha baru, misalnya melalui layanan daring (online) bagi orang yang sudah kena PHK Lebih lanjut Huda mengingatkan agar pemerintah menyiapkan diri terkait dengan resesi ini.
“Siapkan jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak,” ujar dia.
Dikutip dari Kompas.com (4/8/2020), pakar finansial Ahmad Gozali menyebutkan masyarakat dapat melakukan sejumlah hal untuk bertahan di tengah resesi ekonomi.
Cara bertahan saat resesi
Agar bisa bertahan saat terjadi resesi, Gozali menyebut ada beberapa hal yang secara umum bisa dilakukan, yaitu:
1. Melindungi sumber penghasilan
Sebagai karyawan menurut dia sebaiknya tidak agresif pindah pekerjaan dahulu sebelum ada kepastian pekerjaan baru lebih stabil.
"Untuk yang punya usaha, pertimbangkan kembali rencana ekspansi," kata Gozali.
2. Miliki dana cadangan
Dia menyampaikan dana cadangan sebaiknya dijaga 3-12 kali pengeluaran bulanan dalam bentuk likuid.
"Artinya, kalau sekarang kurang dari itu, bisa ditambah dengan mengurangi aset risiko tinggi dan menambah likuiditas," kata Gozali.
Tahan pembelanjaan besar, terutama kredit Apabila sebelumnya ada rencana kredit kendaraan atau rumah, maka perlu dipelajari lagi risikonya.
"Apakah cukup aman untuk melanjutkan rencana tersebut. Jangan terlalu memaksakan, misalnya menggunakan dana cadangan untuk bayar DP (down payment)," kata Gozali
"Intinya dana cadangan menjadi semakin penting, jangan terpakai untuk hal lain dulu. Bahkan kalau bisa ditambah," imbuhnya.
3. Tetap belanja secara rutin
"Karena pembelanjaan konsumtif rumah tangga untuk hal-hal penting di Indonesia justru menjadi salah satu pendorong ekonomi yang dominan," kata Gozali.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Pesan Hotman Paris Hadapi Masa Resesi: Kalian Harus Hemat dan Menabung Minimal 2 Bulan