Breaking News:

Geliat Operasi Yustisi di Makassar, Pelanggar Push Up atau Beli 10 Masker

Kasatpol PP Kota Makasar Iman Hud menyebutkan Operasi Yustisi digelar dalam rangka pengendalian Covid -19 di Makassar.

TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal kembali memberlakukan surat keterangan (Suket) kesehatan untuk perjalanan keluar-masuk Makassar. 

Hal itu berdasarkan pertemuan Pangdam XIV/Hasanuddin, Kapolda dan GTPP Sulsel.

Pemberlakuan aturan itu dibarengi Operasi Yustisi.

Di antaranya, mengurangi kerumunan, mendisiplinkan Protokol Kesehatan, dan membatasi pergerakan warga.

Kasatpol PP Kota Makasar Iman Hud menyebutkan Operasi Yustisi digelar dalam rangka pengendalian Covid -19 di Makassar.

Operasi Yustisi ini merupakan operasi gabungan melibatkan Satpol PP, Damkar, TNI dan Polri.

"Dalam perwali ini jelas disebutkan bahwa warga yang tidak patuh dengan Protokol Kesehatan saat melakukan aktivitas di ruang publik akan diberikan sanksi," kata mantan Camat Ujung Pandang ini.

Selama operasi, sedikitnya 30 orang diberikan sanksi karena tidak memakai masker.

"Bermacam-macam sanksinya, ada sanksi uang, bersihkan got, hingga push up. Khusus untuk pengenaan sanksi uang itu bagi mereka yang berada di area warkop. Jadi uang Rp100 ribu tidak kita ambil, kita minta mereka beli masker sebanyak 10 lembar. Masker kan banyakji dijual seharga Rp10 ribu per masker," ujar Iman.

Dalam pekan ini Iman berjanji akan massif melakukan operasi yustisi di Makassar.

Sekedar diketahui, saat ini kasus Covid di Makassar kembali melonjak naik.

Kasus Covid yang terkonfirmasi di Kota Makasar mencapai 7574, sementara suspek 4425.

Data Selasa kemarin, terkonfirmasi 7522, sedangkan suspek 4411. Artinya terjadi kenaikan 50 orang per hari yang terpapar Covid.(*)

Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved