Breaking News:

Ketua KNPI Sulsel Prihatin Pilkada Digelar di Tengah Pandemi Covid-19

Pada Vidcon itu, Arham Basmin mengusulkan agar Pilkada Serentak ditunda ke tahun 2022 atau bahkan sampai tahun 2023.

ist
Ketua KNPI Sulsel, Andi Muhammad Arham Basmin 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Muhammad Arham Basmin prihatin Pilkada Serentak 2020 tetap digelar di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Arham Basmin mengaku, empat bulan lalu dirinya melakukan Video Conference (Vidcon) dengan Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia yang juga mantan Ketua Umum KNPI.

Pada Vidcon itu, Arham Basmin mengusulkan agar Pilkada Serentak ditunda ke tahun 2022 atau bahkan sampai tahun 2023.

"Kami yakin betul bahwa jika Pilkada serentak digelar tahun ini, itu efek negatifnya jauh lebih banyak atau lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," ujar Arham Basmin via rilis, Minggu (13/9/2020).

Menurut putra Bupati Luwu Basmin Mattayang ini, negara dan daerah tidak akan runtuh gara-gara tidak ada satu atau dua kepala daerah defenitif.

"Sudah jelas ada undang-undang yang mengatur, ada mekanisme yang mengatur bisa menunjuk pejabat bupati, pejabat wali kota, pejabat gubernur. Daripada memaksakan Pilkada serentak yang sangat penuh dengan resiko," tambahnya

Tetapi usulan yang ditawarkan Arham Basmin itu tidak diindahkan oleh Komisi II dan penyelenggara.

"Jadi saya tetap konsisten kurang setuju Pilkada Serentak di Indonesia tahun ini digelar di tengah wabah pandemi Covid-19," tegasnya

Seharusnya, kata dia anggaran yang digunakan untuk melaksanakan Pilkada Serentak sekitar Rp 15 triliun digunakan untuk mengcover perekonomian negara tahun ini dan tahun depan.

"Fokusnya ke sana saja, Pilkada bukan hal yang paling urgent di kondisi saat ini. Lebih penting nyawa masyarakat, keselamatan masyarakat Indonesia dari pada Pilkada serentak di tengah wabah Covid-19," katanya.

"Diarahkan seperti apapun untuk mengikuti protokol kesehatan, mereka tidak akan bisa sepenuhnya mengikuti, karena ada eforia dalam mendukung jagoannya."

"Kita bisa saksikan bagaimana deklarasinya, bagaimana pendaftarannya, semua jago-jagoan kumpul, tidak ada jaga jarak, ada yang tidak pakai masker. Jadi jangan heran sebenarnya kalau ada calon kepala daerah yang positif," terang Arham Basmin.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved