Breaking News:

TIM PKM PNUP Ajak Warga Timbuseng Gowa Produksi Gula Merah Ketimbang Ballo

Kegiatan PKM dilaksanakan Juni-Oktober, ditujukan kepada masyarakat penyadap nira aren di Dusun Parassui dan Dusun Bollangi. Desa Timbuseng

TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL
Tim Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melaksanakan pengabdian berupa Program Kemitraan kepada Masyarakat (PKM) Kelompok PKK Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melaksanakan pengabdian berupa Program Kemitraan kepada Masyarakat (PKM) Kelompok PKK Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Tim tersebut beranggotakan Dr Ridhawati, Rahmiah Sjafruddin, dan Setyo Erna Widyanti.

Kegiatan PKM dilaksanakan Juni-Oktober, ditujukan kepada masyarakat penyadap nira aren di Dusun Parassui dan Dusun Bollangi. Desa Timbuseng.

Ketua Tim PKM, Ridhawati menjelaskan kegiatan PKM merupakan salah satu tugas seorang dosen dalam mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi.

"Kegiatan PKM diawali dengan penyuluhan pola pikir positif tentang risiko mengkonsumsi minuman beralkohol (ballo) yang dilakukan pada tanggal 5 Juli 2020," kata Ridhawati, Jumat (11/9/2020).

Pada kegiatan tersebut, kata Ridhawati, Tim PKM Desa Timbuseng menghadirkan penyuluh agama Kabupateb Gowa sekaligus sebagai dosen Pendidikan Agama Islam di Politeknik Negeri Ujung Pandang, Dr Nuerbaeti.

"Hal yang melatarbelakangi kegiatan penyuluhan pola pikir positif tentang minuman ballo disebabkan oleh kebiasaan dari masyarakat mitra, di mana nira dari pohon aren dapat dimanfaatkan menjadi gula aren dan minuman ballo (tuak)," katanya.

"Ballo dimanfaatkan warga untuk menghilangkan rasa dingin dan beberapa warga percaya minum ballo dapat menambah daya tahan tubuh jika diminum dalam porsi yang wajar," tambahnya.

Ia memaparkan, ballo dijual dengan harga Rp 5000 per liter, sedangkan gula aren dijual dengan harga Rp 15 ribu per kilogram.

Sebagian warga lebih memilih memproduksi minuman ballo daripada gula aren disebabkan oleh lamanya proses pemasakan (4-5 jam) dalam pembuatan gula aren.

"Minuman ballo memiliki kadar alkohol yang tinggi yaitu maksimum sekitar 30%. Kandungan alkohol yang tinggi dapat menyebabkan orang yang meminum ballo menjadi mabuk," ucap dia.

Dalam uraiannya kepada mitra masyarakat penyadap nira aren, bahwa konsumsi minuman ballo dapat merusak jiwa dan kesehatan.

"Olehnya itu, program PKM Desa Tembuseng diarahkan untuk memproduksi gula aren, gula recengan, palm sugar, dan saraba instant," pungkasnya.

"Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Dusun Parassui dan Dusun Bollangi," tutup Ridhawati.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved