Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassar 2020

Erwin Aksa: Omong Kosong Semua Kampanye Negatif tentang Bosowa-Kalla

Erwin mengungkapkan, belakangan muncul kampanye negatif yang menyatakan kalau Appi-Rahman menang, Bosowa dan Kalla yang akan menguasai ekonomi

Penulis: Alfian | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/ALFIAN
Ketua tim pemenangan Appi-Rahman, Erwin Aksa, saat memberikan arahan kepada relawan Kalla Group di Wisma Kalla, Jumat (11/9/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Tim Pemenangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando, Erwin Aksa, mengajak seluruh relawannya untuk fokus bekerja dan tidak terpengaruh dengan kampanye negatif yang dilancarkan oknum-oknum tak bertanggung jawab.

"Jangan terpengaruh dengan semua kampanye negatif kepada kita, Appi-Rahman, tentang Bosowa dan Kalla Group. Semua itu omong kosong," tegas Erwin Aksa saat memberikan arahan kepada relawan Kalla Group, Jumat (11/9/2020) di Wisma Kalla.

Sebelumnya, Direktur Utama Kalla Group Solihin Kalla mengukuhkan relawan Kalla untuk Appi-Rahman yang mewakili 6.000 karyawan Kalla.

Erwin mengungkapkan, belakangan muncul kampanye negatif yang menyatakan kalau Appi-Rahman menang, Bosowa dan Kalla yang akan menguasai ekonomi, menguasai bisnis.

"Omong kosong semua itu. Tidak benar. Kita justru membangun bisnis supaya dinikmati orang lain, dinikmati masyarakat, membuka lapangan kerja bagi anak-anak muda, sarjana-sarjana anak petani, anak pedagang, anak guru, anak pegawai negeri," katanya.

Ia menunjuk contoh Bosowa membangun pembangkit listrik di Jeneponto. Begitu juga Kalla membangun pembangkit listrik di Poso dan Toraja.

Sebelum ada pembangkit Bosowa dan Kalla, kondisi kelistrikan di Makassar dan Sulsel mati-mati terus.

"Listrik byar pet gak?" tanya Erwin yang disambut iya byar pet oleh relawan.

Nah, kata Erwin, apakah Bosowa dan Kalla saja yang menikmati sendiri listriknya? Kan tidak. Seluruh masyarakat, semua pengusaha, siapa pun dia.

"Kita ambil risiko, kita berinvestasi, pembangkit jalan listrik dibeli PLN lalu dialirkan ke rumah masyarakat, ke toko, ke kantor pengusaha, hotel-hotel. Termasuk kita juga beli listrik ke PLN sama dengan yang lain," kata Erwin memaparkan.

Ia menambahkan, contoh lain yang dilakukan Bosowa ialah membangun pabrik semen.

Sebelum ada pabrik semen Bosowa, di Sulsel ini selalu terjadi kelangkaan semen.

Padahal masyarakat mau membangun rumah, membangun toko, kantor. Pemerintah daerah mau membangun jalan, jembatan, irigasi.

"Tapi biar pemerintah, masyarakat, pengusaha punya uang kalau tidak ada semen, atau ada semen tapi selalu langka saat dibutuhkan, apa yang mau dibangun," ujar Erwin.

Itulah sebabnya, kata Erwin, kalau ada yang melempar isu-isu dominasi ekonomi dan bisnis oleh Bosowa dan Kalla, itu semua omong kosong.

Orang itu hanya mau memecah belah masyarakat. Bohong, menyesatkannpikiran masyarakat yang tidak tau masalah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved