Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Peristiwa 10 September, Menteri Luar Negeri Swedia Anna Lidh Dibunuh di Pusat Perbelanjaan

Lindh mendapat luka tusukan pada bagian lengan, perut, dan dada saat berada di sebuah pusat perbelanjaan Nordiska Kompaniet, di tengah ibu kota Swedia

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Istimewa
Peristiwa 10 September, Menteri Luar Negeri Swedia Anna Lidh Dibunuh di Pusat Perbelanjaan 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Tepat pada hari ini, menjadi peristiwa yang begitu kelam untuk seorang Anna Lidh.

Ia adalah Menteri Luar Negeri Swedia yang meninggal akibat tusukan di depan umum.

Tepatnya pada 10 September 2003, menjadi sebuah insiden yang tercatat sejarah.

Bukannya berbelanja, namun ia harus mendapati kejadian yang bisa meregang nyawanya.

Dilansir dari Kompas.com, Menteri Luar Negeri Swedia Anna Lindh mendapat serangan menggunakan benda tajam oleh orang tak dikenal di Stockholm, pada 10 September 2003.

Dilansir Kompas.id, Lindh mendapat luka tusukan pada bagian lengan, perut, dan dada saat berada di sebuah pusat perbelanjaan Nordiska Kompaniet, di tengah ibu kota Swedia.

Anna Lindh meninggal sehari setelah insiden akibat kehilangan banyak darah dari luka-lukanya.

Anna Lindh adalah tokoh yang berkampanye paling lantang dalam mengajak rakyat Swedia untuk memberikan suaranya dan menerima mata uang euro dalam referendum.

Investigasi kriminal

Pembunuh melarikan diri setelah kejahatan itu; menurut laporan saksi mata, tindakannya tampak disengaja dan sistematis.

Sebuah nomor telepon disiapkan untuk siapa saja yang mungkin tahu apa-apa tentang kejahatan itu, dan perburuan besar-besaran (berpusat di Stockholm) diluncurkan di Swedia.

Setelah dua hari, foto seorang pria yang diyakini sebagai pembunuhnya, diambil dengan kamera di lantai di atas lokasi pembunuhan, dirilis oleh polisi.

Beberapa barang (potongan pakaian dan pisau) yang diyakini terkait dengan pembunuhan itu ditemukan di luar department store dekat stasiun metro Stockholm .

Di TKP, polisi memperoleh sidik jari yang diyakini sebagai pembunuhnya. Gambar tersangka dari sistem pengawasan toko dipublikasikan pada 13 dan 14 September.

Seorang pria ditangkap pada 16 September dan ditahan sebagai tersangka dengan "alasan yang dapat dibenarkan" (tingkat kecurigaan terendah), tetapi dibebaskan dari semua tuduhan dan dibebaskan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved