Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

KABAR DUKA! Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama Meninggal Dunia

Jakob Oetama meninggal dalam usia 88 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tayang:
Editor: Anita Kusuma Wardana
Istimewa
Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama meninggal dunia, Rabu (9/9/2020) 

Dorongan terbaru ke dalam bisnis televisi, meluncurkan Kompas TV pada tahun 2011.

Minat Kompas di sektor properti, yang termasuk jaringan hotel Santika, saat ini berkonsentrasi pada ruang konvensi.

Pada 2013 Jakob Oetama terdaftar sebagai orang Indonesia terkaya ke-26, dengan kekayaan bersih senilai $ 1,3 miliar.

Saat ini ia adalah Presiden Direktur Grup Kompas Gramedia, anggota dewan pengurus Asosiasi Jurnalis Indonesia, penasihat konfederasi wartawan ASEAN.

Penerima penghargaan Mahaputra Utama dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973, dan penerima Honoris Causa dalam komunikasi dari Universitas Gajah Mada pada 17 April 2003.

Jakob Oetama masih aktif sebagai peserta dalam debat dan dialog tentang isu-isu nasional dan pendukung seni yang hebat, dengan mendirikan galeri Bentara Budaya di Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

Kehidupan awal dan pendidikan

Jakob Oetama lahir dari keluarga Jawa sederhana yang berlatar belakang Katolik, tinggal di sebuah desa dekat candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Jakob adalah putra seorang guru di Sleman, Yogyakarta. Orang tuanya mengarahkannya untuk menjadi pendeta atau guru, mengikuti jejak ayahnya. Jakob menyelesaikan pendidikan dasarnya di Yogyakarta, dan kemudian melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Atas di Yogyakarta (1951).

Pada awal karirnya, ia bekerja sebagai guru di SMP Mardiyuwana di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, dan kemudian ke SMP Van Lith di Jakarta.

Ia juga bekerja sebagai editor di mingguan Penabur di Jakarta.

Ia melanjutkan pendidikan mengajar jurusan pendidikan sejarah dan lulus pada tahun 1956.

Jakob kemudian melanjutkan studinya di pendidikan tinggi jurnalisme di Jakarta dan lulus pada tahun 1959, ia juga belajar di Universitas Gajah Mada jurusan jurnalisme dan lulus pada tahun 1961.

Karier

Karier jurnalistik Jakob dimulai ketika ia menjadi editor di mingguan Penabur pada tahun 1956.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved