Breaking News:

2 Tahun Prof Andalan Sulsel

EKSKLUSIF Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: Kalau Saya di Sana Saya Merasa di Tasmania Australia (3)

EKSKLUSIF Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: Kalau Saya di Sana Saya Merasa di Tasmania Australia (3)

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PASANGAN Gubernur Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman pada 5 September 2020, tepat dua tahun memimpin Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam dua tahun ini, sejumlah program kerja pasangan Prof Andalan ini diakui telah menyelesaikan program kerjanya.

Sulsel Terkoneksi Mulai Seko, Rantepao Hingga Wisata Air Panas Lejja dan Kabupaten Barru (2)

Catat Sejarah, Gubernur dan Wagub Sulsel Bersamaan Wawancara di Halaman Gubernuran Jl Sudirman (1)

Terkait dua tahun kepemimpinan Prof Andalan, Tribun Timur mendapat kesempatan untuk Ngobrol Spesial mengenai apa-apa yang telah dikerjakan, pasangan Prof Andalan.

Pimpinan Umum Tribun Timur, Andi Suruji berkesempatan melakukan wawancara di halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jl Jenderal Sudirman, Jumat (4/9/2020) malam.

Berikut ini petikan Ngobrol Spesial Andi Suruji dengan duet dengan tagline Prof Andalan Sulsel ini:

Saya lanjut ke Pak Wagub? Sebagai pengusaha, potensi apa yang ada di Seko maupun Bastem, selain memperpendek jarak, menghemat jarak tempuh tentu ada potensi besar, apa disana Pak?

Wagub; Jadi memang kita pada intinya adalah Sulsel terkoneksi. Pemerintahan kami ini adalah kolaborasi pusat, Pemprov dan dan kabupaten agar betul betul terlihat.

Saya bisa contohkan misal akses ke Seko. Kita memberikan dana bantuan untuk laksanakan ruas kabupaten, kita juga turun ke ruas provinsi, dan kolaborasi pusat.
Demikian juga Bua-Rantepao di situ juga ada kolaborasi, ini juga terjadi di Parigi - Bungoro, Pangkep.

Pada intinya, misal duludi Parigi-Bungoro, wilayah yang tidak bisa di-akses roda empat. Sekarang dengan adanya akses jalan ke sana, warga memanfaatkan kebun Pinus di sana sebagai wisata.

Itu 30 ribu pengunjung dalam sehari dan itu dilakukan pemerintah desa. Alhamdulillah ekonomi masyarakat itu mengalir ke desa.
Kemudian juga, kita adakan bandara ini, kita membuka akses bagaimana pusat runway Bonto Kuni. Kedepannya kita harap ada pelebaran sehingga (pesawat) Boeing bisa mendarat. Misi kami pariwisata dari Bali ke Toraja, atau Jakarta-Toraja, ini juga bisa terkoneksi.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Mansur AM
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved