Breaking News:

Politani Pangkep

Tim PPUD Politani Pangkep Produksi Abon Ikan Patin & Ikan Lele untuk Pengunjung Wisata Pucak Maros

Dengan keberadaan jumlah ikan patin dan ikan lele yang cukup tersedia, produksi abon di Agrowisata Pucak Teaching Farm selalu terjaga.

Penulis: Alfian | Editor: Arif Fuddin Usman
dok PPUD Politani
Tim dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkep atau Politani Pangkep mengembangkan teknologi produksi abon ikan patin dan ikan lele di Agrowisata Pucak, Maros 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tim dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkep atau Politani Pangkep mengembangkan teknologi produksi abon ikan patin dan ikan lele.

Produk abon tersebut sebagai produk makanan yang dapat dinikmati oleh pengunjung di Agrowisata Pucak Teaching Farm, Kabupaten Maros.

Tim PPUPIK Politani Pangkep Kembangkan Pupuk Organik Berbahan Dasar Ampas Tebu dan Blotong

Webinar Politani Pangkep, Dr Mauli Kasmi Bagi Tips Usaha Bidang Agribisnis Perikanan di Masa Pandemi

Sumber ikan patin dan ikan lele ini dikembangkan di Agrowisata Pucak Teaching Farm (PTF), dengan luas kolam ikan yang mencapai ±10.000 m2.

Dengan keberadaan jumlah ikan patin dan ikan lele yang cukup tersedia, produksi abon di Agrowisata Pucak Teaching Farm selalu terjaga.

Program ini dikelola oleh staf dosen yang terdiri dari Dr Nurmiaty SP MP sebagai ketua dan Ir Erna Halid MSi dan Dr Asrianti Sani SPi MSi sebagai anggota tim.

Pemanfaatan ikan patin dan lele selain untuk mendukung wisata pemancingan di PTF, juga diolah menjadi produk abon yang memiliki cita rasa yang berbeda dengan jenis abon ikan lainnya.

“Khusus abon ikan patin belum ada yang memproduksi di Sulawesi Selatan," jelas ketua Tim PPUD Politani Pangkep Dr Nurmiaty.

"Sehingga abon ini diharapkan juga sebagai sarana promosi bagi Agrowisata Pucak Teaching Farm yang ingin mendapatkan produk abon ikan patin,” kata Nurmiaty.

Libatkan Ibu Rumah Tangga

Lebih lanjut Nurmiaty mengatakan, proses produksi abon ikan patin dan ikan lele ini melibatkan ibu rumah tangga karyawan yang bekerja di PTF.

“Tim staf dan dosen Politani Pangkep menyediakan bahan dan peralatan produksi yang dibutuhkan dan tenaga ahli pembuatan abon ikan,” jelas Nurmiaty.

Produk abon ikan ini selain rasanya yang enak, juga dikemas dengan kemasan yang menarik.

Produk ini dapat bertahan selama 6 bulan dan dijual dengan harga Rp 180 ribu per kg.

Kegiatan pelatihan pembuatan abon ikan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) Politani Pangkep Kementerian RISTEK-BRIN tahun 2020. (*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved