Breaking News:

Tim Pengabdi UNM Latih Warga Pinrang Bikin Kopi dari Biji Salak

Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu angota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pekkabata, yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Agustus 2020 lalu

TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL
Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan pelatihan di Desa Pekkabata, Kabupaten Pinrang dengan topik pembuatan kopi dari biji salak. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan pelatihan di Desa Pekkabata, Kabupaten Pinrang dengan topik pembuatan kopi dari biji salak.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu angota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pekkabata, yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Agustus 2020 lalu.

Ketua Pelaksana PKM, Diana Eka Pratiwi menjelaskan, potensi sumber daya alam di Desa Pekkabata terutama biji salak, yang selama ini hanya dibuang mendorong warga setempat untuk mengolah biji salak menjadi kopi.

"Kegiatan PKM ini terdiri dari penyuluhan mengenai kandungan biji salak, dilaksanakan secara virtual, lalu demonstrasi pembuatan kopi biji salak, praktek pembuatan kopi salak dan penyuluhan terkait ilmu kewirausahaan, proses pengemasan serta pemasaran kopi biji salak," katanya, Kamis (3/9/2020).

Kegiatan ini sebelumnya telah dibuka oleh Ketua LP2M UNM Prof Dr Ir Bakhrani Rauf yang dilakukan secara virtual.

Tim pengabdi yang beranggotakan Suriati Eka Putri, dan Muhammad Ilham Wardhana Haeruddin, memaparkan produk kopi biji salak terdiri dari kopi biji salak original dan kopi biji salak varian jahe merah.

"Harapannya kopi biji salak dapat menjadi alternatif minuman di masa pandemi ini," ujar dia.

Ketua BKMT Pekkabata Syamsiah memaparkan, kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu BKMT yang pada umumnya adalah ibu rumah tangga.

Menurutnya, seluruh warga Desa Pekkabata belum mengetahui jika biji salak yang selama ini hanya dibuang dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan kopi.

Ia mengharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah mata pencaharian ibu-ibu BKMT dengan memproduksi dan memasarkan kopi biji salak.

Berdasarkan hasil studi literatur yang telah dilakukan oleh tim pengabdi, kopi biji salak memiliki banyak khasiat di antaranya mengatasi asam urat, memperlancar peredaran darah, mencegah hipertensi, menyehatkan lambung, dan memperlancar sistem pencernaan.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved