Breaking News:

Tribun Parepare

Insiden Bocah Tenggelam, DPRD Parepare Minta Evaluasi Kontrak Pengelolaan Waterboom

Sebab, beberapa waktu lalu telah menelan korban hingga bocah 11 tahun tenggelam dan meninggal.

Ist
Komisi II DPRD Kota Parepare, panggil pihak terkait insiden tenggelamnya bocah 11 tahun hingga meninggal beberapa waktu lalu 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Komisi II DPRD Kota Parepare meminta pengelola Waterboom tidak main-main dalam mengelola aset Pemkot Parepare itu.

Sebab, beberapa waktu lalu telah menelan korban hingga bocah 11 tahun tenggelam dan meninggal.

Padahal, Pemkot Parepare telah mengeluarkan peraturan selama masa pandemi Covid-19. Semua tempat wisata termasuk waterboom tidak boleh beraktifitas.

Ketua Komisi II DPRD, Kamaluddin Kadir mengatakan, seharusnya pengelola waterboom mematuhi aturan pemerintah agar tidak buka selama masa pandemi.

Apalagi, kata dia, waterboom itu jelas aset Pemkot Parepare.

“Waterboom adalah aset Pemkot Parepare. Pengelola tidak boleh main-main mengelolanya. Apalagi sampai terjadi insiden hilangnya nyawa seseorang. Jika sudah seperti ini, bisa diputus kontrak kerjasamanya,” ujar Kamaluddin, Selasa (1/9/2020).

Legislator Gerindra itu juga membeberkan, selama aset Pemkot Parepare itu dikelola sejak 2009 lalu, belum pernah dilakukan evaluasi.

Padahal, dalam perjanjian kontrak telah diatur evaluasi harus dilakukan per Lima tahun.

Pihkanya menegaskan agar waterboom tidak boleh dibuka sementara waktu untuk umum.

Meski pandemi telah usai hingga pengelola betul-betul melengkapi prosedur keamanan.

Halaman
12
Penulis: Darullah
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved