Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BKKBN Sulsel

BKKBN Sulsel Launching Bulan Pelayanan KB MKJP

BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan melaunching kegiatan Bulan Pelayanan KB MKJP tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
BKKBN Sulsel
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan melaunching kegiatan Bulan Pelayanan KB MKJP tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, di Puskesmas Cangadi, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Rabu (2682020) lalu. (BKKBN Sulsel) 

TRIBUN-TIMUR.COM, SOPPENG - Menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 September, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan melaunching kegiatan Bulan Pelayanan KB MKJP tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Launching berlangsung di Puskesmas Cangadi, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Rabu (26/8/2020) lalu.

Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap tahun dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesertaan ber-KB, dan bagaimana kita peduli menjaga kesehatan reproduksi.

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Soppeng diwakili oleh Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Ibrahim Harta, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra Hj.Andi Ritamariani, beserta jajaran.

Hadir juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Soppeng A Musniati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng Sallang, dan Ketua IBI Kabupaten Soppeng, Anida.

Kepala BKKBN Sulsel, Andi Rita dalam sambutannya mengatakan Bulan Pelayanan KB MKJP tahun ini dilaksanakan serentak di 34 provinsi se-Indonesia, dimulai 19 Agustus hingga 19 September 2020 mendatang.

Khusus Provinsi Sulawesi Selatan mendapat target sebanyak 7.923 Akseptor KB MKJP dengan rincian IUD sebanyak 2.906 Akseptor dan Implant 5.017 Akseptor.

Lebih lanjut, Andi Rita menyampaikan pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan, selain untuk meningkatkan kesertaan ber-KB khusus Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, juga sebagai upaya mendekatkan Pelayanan KB kepada masyarakat.

Pasalnya sejak wabah Covid 19 melanda Indonesia sejak Maret lalu, terjadi penurunan jumlah kesertaan ber-KB baik itu peserta KB aktif maupun baru, hal ini terjadi karena banyak PUS yang ingin ber-KB namun khawatir datang ke fasilitas kesehatan akibat wabah Covid-19," urainya.

Selain itu kebijakan social distancing dan beberapa provider terbatas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat semasa pandemi.

“Dengan adanya Bulan Pelayanan KB ini, saya berharap akan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan KB sehingga kesertaan ber-KB bisa meningkat dan masyarakat yang tidak terlayani segera mendapat pelayanan," katanya.

"Sebab jika tidak angka putus pakai kontrasepsi akan melonjak dan berakhir pada jumlah kelahiran yang tinggi,” tambah Andi Rita.

Ia berharap semua kelahiran yang ada sebagai sesuatu yang diharapkan bukan kehamilan yang tidak diinginkan, terlebih di masa pandemi Covid-19 dimana dianjurkan untuk menunda kehamilan, sebab saat hamil sistem imun ibu akan menurun sehingga rentan terpapar Virus Corona.

"Selama sebulan ke depan diprioritaskan pada pelayanan KB MKJP baik itu melalui pelayanan statis maupun bergerak, namun jika ada Non-MKJP tetap akan dilayani," kata mantan Kepala BKKBN Sulbar.

Lebih lanjut Andi Rita menjelaskan, Keluarga Berencana merupakan suatu upaya untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran anak, dimana dengan jumlah anak yang ideal, masyarakat bisa mengelola, menata dan merencanakan kehidupan keluarganya dengan baik sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved