Ramai di Facebook, Bocah di Makassar Babak Belur Dipukuli Ternyata Polisi Salah Tangkap
Dalam postingannya, ia menyayangkan sikap polisi yang olehnya di luar batas ke wajaran.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ramai di facebook, postingan pemilik akun Abdul Karim Makassae yang menulis dugaan salah tangkap polisi terhadap anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Dalam postingannya, ia menyayangkan sikap polisi yang olehnya di luar batas ke wajaran.
Ia juga menampilkan foto wajah anaknya yang mengalami lebab pada bagian bawah matanya.
Berikut isi postingannya:
"As-Salamu 'Alaykum
Tabe' saudaraku
Kalau polisi salah tangkap memang harus dipukul sampai berdarah2...muka,wajah sampai2 keluar darah dari mulut dan dihitung TDK sampai disitu kau injak pakai sepeda motor rossimu trus kau suruh org mengaku dan kau ancam klw TDK mengaku TDK dilepas.!!!
Terimakasih banyak pak wartawan yg saya sangat Hormati yang telah mau membantu beban memikul beban kami.
Orang tua mana yg tega anaknya dipukuli apalagi baru lulus sekola dasar ( SD )
Hentikan kebiasaan buruk pak polisi yg selalu lepas tangan "salah tangkap" tapi pukulanmu tdk meleset .... Saya tunggu permintaan ma'af drmu pak polisi yg saya hormati sekta 6 makassar dekat masjid Al-Markaz
Tabe' saudaraku dgn kekuatan kalian , InsyaAllah ini bisa viral
Dalam postingan itu, ia menyebut Sekta 6 dekat Masjid Al Markaz. Kantor Kepolisian yang dekat dengan Masjid Al Markaz ialah Polsek Bontoala.
Jurnalis tribun mencoba mengonfirmasi Kapolsek Bontoala, Kompol Andriany Lilikay namun tidak direspon. Begitu juga dengan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, juga belum memberikan tanggapan.