Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Publik Rindu TNI

Hasil Survei Publik Mulai Rindu Tentara Jadi Presiden Setelah Jokowi, Prabowo, Gatot, Andika, AHY?

Hasil Survei Publik Mulai Rindu Tentara Jadi Presiden Setelah Jokowi, Prabowo, Gatot Nurmantyo, Andika Perkasa, AHY?

Editor: Mansur AM
kolase net
Agus Harimurti Yudhoyono, Prabowo Subianto, Andika Perkasa & Gatot Nurmantyo 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pilpres 2024 masih lama namun kandidat dari kalangan sipil dan militer sudah mulai diprediksi.

Di bawah kendali Presiden Jokowi, seorang sipil, Negara ini dikelola.

Sebelum Jokowi, RI dikelola militer di bawah kendali Susilo Bambang Yudhoyono.

Tanpa keikutsertaan Jokowi lagi, Pilpres 2024 diprediksi ketat.

Dari kalangan militer, nama-nama seperti Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo hingga Mayor Inf (Purn) Agus Harimury Yudhoyono (AHY) memang sudah aktif di pentas politik saat ini.

Ada juga nama lain seperti Jenderal TNI Andika Perkasa, Marsekal Hadi Tjahjanto hingga Menag Fachrul Razi.

Survei terbaru SMRC yang dirilis Minggu (23/8/2020), ditemukan juga publik menemukan ada peningkatan kepercayaan masyarakat kepada TNI atau tentara aktif untuk dapat menjadi pemimpin nasional, khususnya terkait penanganan Covid-19.

Menurut Direktur SMRC, Saiful Mujani , sebelum Covid-19 ada 24 persen masyarakat yang setuju dengan kepemimpinan TNI atau tentara aktif bukan purnawirawan di level nasional.

Namun, angka itu meningkat setelah terjadi pandemi Covid-19.

"Ada sekitar 31 persen yang setuju tentara aktif sebaiknya memimpin pemerintahan kita, ada kenaikan sekitar 7 persen dibanding sebelum Covid-19," kata Saiful Mujani.

Dia kemudian memperlihatkan survei yang dilakukan 5 sampai 9 April 2019, sebelum terjadi pandemi Covid-19.

Saat itu, terdapat 2,3 persen yang sangat setuju pelibatan tentara dalam kepemimpinan nasional.

Sementara, 21,8 persen setuju dan 53,0 persen tidak setuju dengan pelibatan tentara dalam kepemimpinan nasional.

Sisanya, 10.6 persen sangat tidak setuju, sedangkan yang tidak mengerti atau tidak jawab sekitar 12.3 persen.

Namun, pada survei terakhir dilakukan pada 12 sampai 15 Agustus 2020 tingkat kepercayaan masyarakat meningkat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved