Waduh! Instansi Nadiem Makarim Kena Sorotan ICW, Habiskan Duit Rp 1,6 M untuk Bayar Gritte Agatha Cs

Egi mencontohkan, Kemendikbud menggunakan jasa influencer; digunakan untuk menyosialisasikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

DOK PRIBADI
Gritte Agatha, El Rumi putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Ali Syakieb. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Sejak menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim tak henti-hentinya jadi sorotan.

Setelah polemik pembelajaran jarak jauh selama pandemi, instansi Nadiem Makarim kena sorotan lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW). 

ICW mengungkap pemerintah telah menghabiskan Rp 90,45 miliar untuk membayar jasa influencer.

Dikutip dari Kompas.com, angka tersebut didapat dari hasil penelusuran ICW pada situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sejumlah kementerian dan lembaga pada periode 2014-2018.

Disebutkan, salah satu instansi yang menggunakan jasa influencer adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Peneliti ICW Egi Primayogha dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2020), menyebut pengadaan untuk aktivitas yang melibatkan influencer baru muncul pada 2017 dan terus berkembang hingga 2020 dengan total paket pengadaan sebanyak 40 sejak 2017-2020.

"Di tahun 2014, 2015 dan 2016 kami tidak menemukan kata kunci itu. Mulai ada penggunaannya di tahun 2017, hingga akhirnya meningkat di tahun berikutnya," kata Egi.

Salah satu instansi yang ditemukan menggunakan jasa influencer adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar  Rp 1,6 miliar untuk 12 paket.

Egi mencontohkan, Kemendikbud menggunakan jasa influencer; digunakan untuk menyosialisasikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Dalam lampiran yang ditunjukkan Egi, Kemendikbud mengucurkan dana Rp 114,4 juta untuk membayar artis Gritte Agatha dan Ayushita W.N serta Rp 114,4 juta untuk Ahmad El Jalaluddin Rumi dan Ali Syakieb.

Terkait penggunaan jasa influencer ini, Pemerintah diminta transparan dalam segi penggunaan anggaran serta penentuan nama-nama influencer yang akan ditunjuk.

Egi juga mempertanyakan peran instansi kehumasan yang dimiliki Pemerintah dengan maraknya penggunaan jasa influencer tersebut.

"Apabila penggunaan jasa influencer semakin marak seperti apa gitu, kan jadi tidak berguna jangan-jangan peran institusi kehumasan yang dimiliki oleh pemerintah," kata Egi. A

dapun secara umum Pemerinah telah menghabiskan anggaran senilai total Rp 1,29 triliun untuk aktivitas digital sejak 2014, termasuk di dalamnya Rp 90,45 miliar yang digunakan untuk pengadaan 'influencer'.

Berikut sosok 4 influencer yang digandeng Kemdikbud instansi Nadiem Makarim:

Halaman
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved