Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kepsek SD dan SMP se-Bantaeng Lomba Makan Kerupuk

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Bantaeng, Muhammad Haris.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/ACHMAD NASUTION
Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Bantaeng ikuti lomba Agustusan untuk mengatasi stres, di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng, Rabu, (19/8/2020). 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Bantaeng mengikuti berbagai lomba memperingati HUT ke-75 RI di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng, Rabu, (19/8/2020).

Selain peringatan HUT RI, lomba digelar untuk menghilangkan stres para kepala sekolah akibat tak adanya aktivitas belajar mengajar di sekolah dan disibukkan dengan pembuatan kurikulum untuk siswa belajar di rumah.

Tak hanya itu, mereka juga merasa jenuh karena pertemuan dengan para kepala sekolah jarang dilakukan dengan adanya pandemi ini.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Bantaeng, Muhammad Haris.

"7 bulan mereka di rumah membuat kukikulum darurat pandemi, 7 bulan mereka berkutat dengan materi-materi yang harus di kaji kemudian dimasukkan dalam bentuk modul," kata Haris, kepada TribunBantaeng.com, Rabu, (19/8/2020).

Manurutnya, stres dialami tidak hanya oleh siswa atau orangtua tatapi para guru apalagi kepala sekolah juga mengalami itu.

Untuk mengatasi hal itu dibuatlah kegiatan lomba Agustusan yakni, lomba makan kerupuk, lomba lari sambil menjepit balon, dan lomba memasukkan paku di botol.

"Makanya di buatlah acara ini yang diusulkan oleh para kepala sekolah untuk seru-seruan dirangkaikan HUT RI Ke-75, sekaligus membangun kesatuan dengan tag line "bersama bergerak"," ujarnya.

Selain itu, kegiatan itu dilakukan untuk menghadirkan kegembiraan mereka sehingga imun tetap terjaga.

Karena apabila imun dalam kondisi yang tidak stabil atau menurun akibat stres akan lebih rentan terpapar penyakit Covid-19.

"Kegiatan itu juga dilakukan sebagai bentuk perlawanan kita di masa pandemi dengan kegembiraan, karena pada dasarnya kita akan terkena Covid-19 kalau imun kita anjlok," jelasnya.

Ia berharap semoga masa pandemi Covid-19 cepat berlalu, sehingga proses belajar tatap muka di sekolah bisa segera dilaksanakan.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved