Tribun Polman
Seruduk Polres Polman, PMII Tuntut Kapolres Mamuju dan Kapoda Sulbar Dicopot
Kedatangan puluhan mahasiswa ini menindaklanjuti insiden pembubaran massa aksi unjuk rasa Aliansi Pemerhati Pendidikan di depan Kantor Gubernur Sulbar
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Sudirman
TRIBUNPOLMAN.COM, POLEWALI - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Polewali Mandar, Sulawesi Barat menyeruduk Markas Kepolisian Resort Polewali Mandar, Selasa (18/8/2020) siang tadi.
Kedatangan puluhan mahasiswa ini menindaklanjuti insiden pembubaran massa aksi unjuk rasa Aliansi Pemerhati Pendidikan di depan Kantor Gubernur Sulbar, Senin (17/8/2020) kemarin.
PMII menilai, pada aksi kemarin ada tindakan represif dilakukan oleh institusi kepolisian di Resort Kota Mamuju.
Padahal dalam massa aksi itu, terdapat beberapa lembaga yang terlibat di dalamnya termasuk PMII Sulbar.
Koordinator Aksi PMII Polman, Asrul Ruslan mengatakan, penyampaian pendapat dijamin dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998, tentang kemerdekaan menyampakan pendapat di muka umum.
Serta deklarasi universal hak kasasi manusia yang menjamin kebebasan dan mengeluarkan pendapat tanpa gangguan apapun dengan tidak memandang batas- batas.
Olehnya itu, PMII Cabang Polman menuntut agar Polres Polman mendukung kasus itu diusut tuntas, memecat secara tidak terhormat oknum aparat yang melakukan pemukulan terhadap massa aksi.
Selain itu, PMII juga menuntut agar Kapolresta Mamuju serta Kapolda Sulbar dicopot dari jabatannya.
Sayangnya, kedatangan massa aksi unjuk rasa di Mapolres Polman tidak ditemui Kapolres Polman, sebab sedang tugas luar di Polda Sulbar.
Walau begitu, massa unjuk rasa ditemui Wakapolres Polman, Kompol Sulkarnaim.
Sebelumnya akhirnya melakukan diskusi, massa aksi melakukan orasi di depan pintu gerbang Polres Polman.
Usai berorasi, massa aksi diperkenankan memasuki halaman Polres Polman.
Wakapolres Polman, Kompol Sulkarnaim menyatakan, mendukung aksi unjuk rasa yang dilakukan PMII Polman.
Dukungan itu kemudian dituangkan ke dalam surat pernyataan sikap.
"Polres Polman mendukung apa yang dilakukan mahasiswa," ujar Sulkarnaim siang tadi.
Meski pihak Polres Polman mendukung tuntutan PMII, namun pihak pengunjuk rasa merasa kecewa lantaran tidak bertemu langsung dengan Kapolres Polman.
"Kami apresiasi pernyataan Wakapolres, tetapi kami meras kecewa karena belum bertemu langsung dengan Kapolres.
Untuk itu, kami akan terus mengawal tuntutan ini," ungkap Asrul Ruslan.
Laporan wartawan @sammy_rexta