HUT ke 75 RI
Mengenang Andi Sultan Daeng Radja, Pahlawan Nasional Asal Bulukumba di HUT ke-75 Indonesia
Andi Sulthan Daeng Radja merupakan salah satu tokoh kemerdekaan, yang lahari 20 Mei 1894, di Saoraja di Matekko Gantarang, Bulukumba
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 Republik Indonesia (RI), menjadi hari yang dinanti-nanti oleh setiap warga negara.
Namun, perayaan HUT ke 75 tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, perayaan hari jadi Indonesia kali ini masih dalam suasana pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Di Kabupaten Bulukumba sendiri pengibaran bendera merah putih dilaksanakan secara sederhana di Halaman Kantor Bupati Bulukumba.
Di Bulukumba sendiri, memiliki pahlawan nasional. Dia adalah Andi Sulthan Daeng Radja.
Andi Sulthan Daeng Radja merupakan salah satu tokoh kemerdekaan, yang lahari 20 Mei 1894, di Saoraja di Matekko Gantarang, wilayah Kabupaten Bulukumba.
Di masa hidupnya, Andi Sultan Daeng Radja berjuang menentang penjajahan kolonial Belanda dimulai sejak masih menjadi siswa di Opdeling School Voor Indlandsche Ambtenar (OSVIA) di Makassar.
Ketidak-sukaan Sultan Daeng Radja terhadap pemerintah kolonial dipicu oleh kesewenangan dan penindasan yang dilakukan pemerintah Belanda terhadap rakyat Bulukumba.
Semangat untuk membela rakyat dan bangsa Indonesia yang terpateri dalam jiwa Sultan Daeng Radja, semakin berkobar saat dia aktif mengikuti perkembangan dan pertumbuhan organisasi kebangsaan yang muncul di Pulau Jawa.
Di momentum HUT ke 75 RI ini, digunakan Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Andi Edy Manaf, berziarah kemakam Pahlawan Nasional tersebut.
Andi Sultan Daeng Radja, di Kelurahan Matekko, Kecamatan Gantarang, depan Masjid Taqwa Ponre.
Ziarah tersebut dilakukan legislator PAN itu untuk memberikan penghormatan khusus kepada pahlawan bangsa Indonesia yang telah mewakafkan diri mengusir para penjajah dan merebut kemerdekaan.
"Moment HUT RI yang penuh dengan keterbatasan ini menggugah hati saya untuk berziarah ke makam Sultan Dg Radja sebagai wujud kebanggaan atas jasa-jasanya membela bangsa ini," kata Andi Edy Manaf.
Disela-sela kunjungan ziarah itu juga, Edy Manaf banyak bercerita tentang sosok Sultan Daeng Radja, yang menghabiskan masa hidupnya untuk kemaslahatan orang banyak.
Bagi Edy Manaf, sebagai warga Bulukumba yang berdarah Gantarang, ia tentu begitu bangganya akan sosok Sultan Daeng Radja sebagai panutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/berziarah-kemakam-pahlawan-nasional-andi-sulthan-daeng-radja.jpg)