Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Mamasa

Rencana Penambangan LTJ di Mamasa Mulai Tuai Penolakan

Rencana penambangan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth di wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat mulai menuai penolakan.

Tayang:
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SEMUEL
Papan pengumuman sosialisasi rencana penambangan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth di wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. 

"Maka tidak ada kata lain, tolak rencana penambangan rare earth itu," ujarnya.

Ia juga mendorong agar seluruh komponen masyarakat, hingga pemerintah daerah dan wakil rakyat agar membangun komunikasi intensif dan komprehensif untuk serius membicarakan rencana eksploitasi alam tersebut.

"Semua harus duduk bersama membicarakan hal itu, jangan sampai kita mewariskan kegagalan mempertahankan ekosistem tanah leluhur kepada generasi berikutnya," tambahnya.

Selain aktivis lingkungan hidup, penolakan terhadap rencana penambangan Logam Tanah Jarang (LTJ) juga menuai penolakan dari kalangan mahasiswa, yakni Gerakan Generasi Muda Pitu Ulunna Salu (GEMA P.U.S) di Makassar.

Kepada awak media, Ketua Umum GEMA P.U.S, Doni Kumala Putra secara tegas menyangkan rencana penambangan tersebut.

"GEMA P.U.S bersama tokoh dan aliansi masyarakat Kabupaten Mamasa, khususnya tujuh kecamatan di wilayah III akan menganalisa sedalam-dalamnya dan konkrit mengenai dampak yang ditimbulkan dari segala aspek," kata Doni lewat whatsapp.

Doni menilai, aktivitas pertambangan yang rencananya akan dilaksanakan tersebut tidak efektif untuk saat ini.

"Penambangan untuk mengeksploitasi alam kami nilai belum efisien dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daerah P.U.S," ujarnya.

Ia menegaskan, warisan tanah nenek moyang tidak untuk ditambang, sebab masih banyak program lain yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dahulukan jalan lorong ke kampung-kampung kecil dan objek wisata yang ada dari pada mengeruk kekayaan alam yang ujungnya justru merusaknya," tegasnya.

Doni menambahkan, saat ini GEMA P.US terus mengkaji dan mempelajari rencana penambangan tersebut.

Pihaknya juga akan terus mengintensifkan komunikasi lintas golongan untuk menyamakan persepsi.

Sekadar diketahui, berdasarkan informasi yang disadur dari laman Wikipedia, Logam Tanah Jarang atau unsur tanah jarang adalah kumpulan 17 unsur kimia pada tabel periodik, terutama 15 Latanida ditambah Skandium dan Yttrium.

Skandium dan Yttrium dianggap sebagai logam tanah jarang karena sering ditemukan pada deposit-deposit bijih Lantanida dan memiliki karakteristik kimia yang mirip dengan Lantanida.

Pada umumnya, unsur tanah jenis ini ada di lapisan kerak bumi, sehingga jenis tambang ini adalah tambang terbuka, bukan tambang tanah dalam.(*)

Laporan Wartawan Tribunmamasa.com, @sammy_rexta

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved