Gadis 14 Tahun Nekat jadi Model Live Show Bugil yang Ditonton Ratusan Member, Dibayar Rp 50.000
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Audie Latuheru, mengatakan para tersangka membentuk grup pornografi di media sosial Line dengan 3 akun.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Teuku Arsya Khadafi, merinci tarif untuk calon member bervariasi dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.
"Tergantung jenis member yang diikuti," ucap Arsya.
Ia menjelaskan, member yang ingin melihat live show bugil akan dikenai lagi Rp 150 ribu per orang.
"Nantinya mereka akan buat grup baru," sambung dia.
Dari keterangan para tersangka, mereka telah membentuk grup pornografi itu selama Agustus 2019.
Sejak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, anggota grup pornografi ini melonjak sangat drastis.
Sampai saat ini member grup pornografi ini sudah mencapai 600 orang.
"Terkait Covid ini jumlah member melonjak tajam," kata Arsya.
Arsya memastikan pihaknya akan terus menggiatkan patroli siber untuk mengantisipasi adanya hal serupa.
Terutama di masa Pandemi Covid-19.
• ALASAN Ibu Muda Melahirkan Seorang Diri di Kamar Sambil Dengar Musik Kencang, Bayi Disimpan di Teras
• UPDATE Corona Indonesia: 1.693 Kasus Baru Covid-19, 5 Provinsi Dominasi Penularan, Sulsel Termasuk?
Ketagihan Dapat Uang Mudah
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina mengaku miris setelah kasus ini terungkap.
Rupanya, para tersangka mempekerjakan anak gadis sebagai model bugilnya sejak grup pornografi ini berdiri.
Dalam seminggu, gadis ini terlibat di 10 konten pornografi.
Si gadis menjadi model untuk phone seks, video call seks, atau aktivitas seksual yang disiarkan secara langsung.