Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

FKM Unhas

Tim FKM Unhas Terpilih Ikut Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan 2020, Ini 4 Daerah Dampingan?

Selain dengan FKM Unhas, program ini menggandeng beberapa perguruan tinggi untuk mendampingi Dinas Kesehatan di kabupaten /kota terpilih

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Arif Fuddin Usman
dok fkm unhas
Selain dengan FKM Unhas, program ini menggandeng beberapa perguruan tinggi untuk mendampingi Dinas Kesehatan di kabupaten /kota terpilih 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) terpilih dalam Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan 2020.

Tim FKM Unhas turut menghadiri Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan secara online atau daring.

Mengenal Lebih Dekat FEB Unhas, Fakultas Ekonomi Tertua di Indonesia

Peringkat 3 Nasional Pendanaan PKM 5 Bidang 2020, Unhas Lampaui UI dan ITB

“Kegiatan evaluasi program ini berlangsung selama empat hari sejak Senin, 3 Agustus 2020 hingga Kamis, 6 Agustus 2020,” kata Tim FKM Unhas Dr Irwandy SKM MSc.PH MKes. 

Kegiatan pendampingan ini bekerjasama Biro Perencanaan dan Anggaran Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Selain dengan FKM Unhas, program ini menggandeng beberapa perguruan tinggi untuk mendampingi Dinas Kesehatan di kabupaten /kota terpilih dalam menyusun rencana kerja.

Adapun perguruan tinggi selain Universitas Hasanuddin, adalah Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada.

Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Tadulako, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Sumatera Utara.

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memandu daerah agar mempunyai kompetensi yang baik dalam menyusun Rencana Kerja Organisasi Pemerintah Daerah dan/atau Rencana Bisnis Anggaran (RBA).

Unhas-UNM Tembus 10 Besar Kategori PTN Penerima Pendanaan PKM 5 Bidang 2020

Majelis KAHMI Unhas, Masika ICMI, Pusat Studi Kebencanaan Unhas Diskusi Online, Ini Rekomendasinya?

FKM Unhas menjadi pendamping program untuk empat dinas kesehatan kabupaten/kota yakni Kabupaten Mamasa, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Pangkep dan Kota Sorong.

Kegiatan pendampingan yang dilakukan tim Unhas berjalan sejak April 2020 hingga saat ini secara daring.

Rencana awal kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan pada bulan Maret, namun tertunda karena terjadi wabah Covid-19.

Adanya pembatasan sosial dan pencegahan penyebaran, membuat kegiatan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan dengan turun ke lapangan langsung.

Memasuki tahap Evaluasi tim FKM Unhas akan memaparkan hasil kegiatan pendampingan yang telah dilakukan selama ini.

Walau demikian, kegiatan tetap dilakukan secara daring atau dalam jaringan.

Dan Tim FKM Unhas memaparkan laporan Rabu, 5 Agustus 2020 secara daring sebanyak 2 sesi.

Sesi I pukul 10.00 - 12.00 WIB, pemaparan dari tim pendamping Dinkes Kab. Pangkajene Kepulauan yang disajikan oleh ketua tim Dr Irwandy SKM MSc.PH M.Kes.

Disusul oleh tim pendamping Dinkes Kab. Mamasa oleh ketua tim Dr Lalu Muhammad Saleh SKM MKes.

Kemudian sesi II pukul 13.00 - 15.00 WIB pemaparan dari tim pendamping Dinkes Kota Sorong yang disajikan oleh ketua tim Dr. Abdul Salam SKM Mkes.

Lalu dilanjutkan tim pendamping Dinkes Kabupaten Halmahera Barat oleh ketua tim Dr Wahiduddin SKM MKes.

Sebagai pembahas adalah Prof Dr drg Indang Trihandini MKes (FKM UI), Halik Sidik ST ME (Asosiasi Dinas Kesehatan), Hardianto SPd (Kemendagri) dan Tim Pengawas dari Kemenkes.

Evaluasi pendampingan secara daring tersebut dimoderasi oleh dr Levi Dhynianti dan Djembar Wibowo SKM.

Secara umum tim FKM Unhas memaparkan bahwa metode dan tahapan pelaksanaan pendampingan terdiri dari 3 tahap.

Yakni tahap 1: Analisis Permasalahan Sasaran Pendampingan, tahap 2: Intervensi Permasalahan yang dihadapi, tahap 3: Hasil Intervensi.

Semua lokus atau daerah dampingan telah melakukan lima kegiatan dan telah masuk ke tahap Intervensi Permasalahan yang dihadapi.

Adapun lima kegiatan yang telah dilakukan adalah Sosialisasi Awal Kegiatan dan FGD dengan pihak Dinkes masing-masing lokus.

Lalu Review Kualitas Program dan Kegiatan Renja 2020 dan Review Sistematika Dokumen Renja 2021.

Berikutnya melakukan Pre-Test dengan Kuesioner Online untuk Mengetahui tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Tim Perencana & SDM Kesehatan Dinkes, serta melakukan Workshop Penyusunan Renja.

Setiap perguruan tinggi diberikan keleluasan untuk mengembangkan metode pendampingan yang dirasa tepat dan efektif untuk mencapai tujuan.

“Nah, pada evaluasi antara ini, tim pembahas mengatakan bahwa tim Unhas merupakan tim yang telah mengembangkan metode dan tahapan pendampingan yang lebih baik,” kata Irwandy.

Lebih lanjut Irwandy mengatakan metode yang diterapkan tim FKM Unhas lebih terukur untuk dapat mencapai tujuan pendampingan.

“Oleh karena itu dapat menjadi contoh yg baik untuk tim pendamping dari universitas lainnya. 

"Apresiasi untuk Unhas dan Tim,” kata Zan Susilo Wahyu Mutaqien SKM MKes dari Kementerian Kesehatan.

Para pembahas memberikan apresiasi kepada tim FKM Unhas karena melakukan pendampingan dengan lebih baik. Paparan tim Unhas dikatakan sudah sesuai dengan tujuan pendampingan ini.

 "FKM Unhas Mantap deh pokoknya," kata Prof. Dr. drg. Indang Trihandini, M.Kes selaku pembahas saat tim FKM Unhas memaparkan hasil laporan antaranya.

Pujian lain juga disampaikan Djembar Wibowo dari Pihak Kemenkes.

“Untuk standar laporan kita tidak ada standar tapi Unhas saya rasa sudah bagus standarnya sehingga dicontoh oleh yang lain,” ujarnya.

Selanjutnya tim FKM Unhas akan menyelesaikan tahapan pelaksanaan pendampingan ini hingga terbentuk dokumen Rencana Kerja (Renja) yang lebih baik pada masing-masing lokus atau daerah kerjanya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved