Balas Dendam, Warga Barakkang Sulbar Tangkap Buaya Sepanjang 4,3 Meter, Begini Ceritanya
Predator tersebut berhasil ditaklukkan enam orang sekitar pukul 12.00 Wita. Setelah ditangkap diikat dengan tali tambang lalu dibawa ke darat.
Penulis: Nurhadi | Editor: Mahyuddin
TRIBUNMAMUJU.COM - Buaya berukuran 4,3 meter ditangkap warga di Sungai Barakkang, Desa Barakkang, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (7/8/2020).
Buaya itu ditangkap setelah seorang warga setempat tewas disergap buaya di sekitar sungai tersebut pekan lalu. Korban bernama Haslamia (40).
Predator tersebut berhasil ditaklukkan enam orang sekitar pukul 12.00 Wita. Setelah ditangkap diikat dengan tali tambang lalu dibawa ke darat.
Buaya tersebut kemudian diangkut mobil pick up dan dibawa ke BPBD Mamuju Tengah.
• Imigrasi Mamuju Terus Giatkan Pengawasan Orang Asing, Ini Tujuannya
• Gegara Mau Hidup Gratisan dari Istri, Hanya Hitung Mingguan Nikah, Pria Ini Dicerai Pas Bulan Madu
• Taufan Pawe Jadi Ketua Golkar Sulsel Ganti Nurdin Halid, Disepakati Supriansa, Syamsuddin, Hamka
Halwi, yang menginisiasi penangkapan buaya tersebut mengatakan, proses penangkapan Buaya itu menghabiskan waktu tiga jam.
Buaya itu dipancing menggunakan bangkai ayam.
Pancing itu dipasang sejak 5 Agustus.
"Kami sempat kesulitan menangkap Buaya itu karena hanya mengandalkan pencahayaan senter. Tapi alhamdulillah kami berhasil menangkap Buaya ini dengan alat seadanya karena sangat meresahkan warga," kata Halwi kepada wartawan Tribun.
• Terbuai Janji Manis Pria Iran Pacaranya, Uang Ratusan Juta Sosialita Makassar Dikuras, Kronologi
• Berkah Kucing yang Dipungut Terjadi di Keluarga Ini, Perubahan Tampak Pada Pemilik yang Sakit Kanker
• Lebanon Porak Poranda, Demi Kemanusiaan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Beirut Lakukan Hal Ini?
Kepala Desa Barakkang Bahrun Ratte menyebutkan, Buaya tersebut diserahkan ke BPBD Mamuju Tengah dalam keadaan hidup.
"Kita tidak berani bunuh karena masyarakat tahu kalau itu Satwa dilindungi," ujar Bahrun .
Dia menilai, Buaya tersebut sangat meresahkan warga sehingga terpaksa ditangkap.
Sungai Barakkang merupakan tempat warga sekitar mencari nafkah.
"Sejak kejadian ini (warga dimakan Buaya) sudah tidak ada lagi warga mau pergi ke sungai karena ketakutan," ucap Bahrun.
Kronologi Buaya Terkam Warga
Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dik Mamuju Sulawesi Barat diterkam Buaya dan ditemukan tewas di Sungai Barakkang.
Ibu bernama Hasmila (40) tersebut warga dari Desa Barakkang, Kecamatan Budong-budong, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Selasa (4/8/2020).
• 5 Fakta Sosok Pahlawan PSM di Liga Indonesia 1999-2000, Sebagai Super Sub, Kondisi Rahman Usman Kini
• Dosen Tikam Mahasiswi yang Juga Pacarnya hingga Tewas, Sakit Hati Lamaran Ditolak
Korban diterkam Buaya di Sungai Barakkang saat hendak buang air besar sekitar pukul 08.45 Wita.
Tiba-tiba dari belakang muncul buaya besar sekitar 7 meter, dan langsung menerkam korban dan menyeret ke dasar air.
Kepala Basarnas Mamuju, Saidar Rahmanjaya mengatakan, korban ditemukan Rabu (5/8/2020) sekitar Pukul 13.30 Wita, siang.
"Ditemukan meninggal dunia sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian," kata Saidar via whatsapp kepada Tribun.
"Korban ditemukan pada radial 287° arah barat laut pada koordinat 2°11'59".87S - 119°9'47," jelas Saidar.
Hasmila ditemukan setelah tim SAR gabungan yang dibagikan dalam dua SRU melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet.
• Tampang Toyota Corolla Cross Jelang Diluncurkan, Pesaing Honda CR-V dan Mazda CX-5, Ini Spesifikasi
• 5 Ciri Burung Perkutut Bagus Dipelihara serta 4 Jenis yang Terkenal, Variasi Suara & Mitos-mitosnya
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
"Dengan di temukannya korban maka pada Rabu (5/8/2020) Pukul 13.45 wita, Operasi SAR dinyatakan selesai.
"Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan/instansinya masing-masing," tuturnya.
Kronologi Kejadian
Adapun kronologis kejadian, Korban diterkam dan diseret Buaya saat sedang mandi dan mencuci baju di pinggir Sungai Barakkang.
Sungai Barakkang tersebut berada di Desa Barakkang, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Saat diterkam Buaya, korban sempat berteriak histeris minta tolong kepada warga sekitar.
Namun sayang, saat warga datang Nila sudah diseret buaya ke dalam sungai.
Kondisi arus sungai yang deras dan airnya keruh, menjadi salah satu kendala tim untuk menemukan jejak korban.
• Syarat Karyawan atau Pegawai Swasta Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Dapat Bantuan, Anggaran Rp 31,2 T
• Begini Cara Wanita Cantik Makassar Memanjakan Siavash, WNA Iran yang Kemudian Menipunya
Sedangkan korban diduga tengah disembunyikan kawanan buaya di dasar sungai.
“Pencarian hingga petang tadi belum membuahkan hasil," kata Koordinator Basarnas Mamuju Tengah Nasarudin.
"Rencananya besok pagi (Rabu) akan kita lanjutkan dengan memperluas wilayah pencarian,” lanjutnya.
Kesaksian Keluarga
Kata Nasarudin, dari keterangan Andi, salah satu keluarga korban yang juga saksi mata menyebutkan, saat itu korban sedang mandi dan mencuci baju di sungai.
Sambungnya, saat tengah sibuk membereskan setumpuk cucian sebelum mandi, korban diterkam kawanan buaya.
Kemudian tubuh Nila langsung diseret ke tengah sungai hingga menghilang.
Lanjut Nasarudin, saksi bahkan sempat melihat dari jauh saat korban berteriak histeris sambil minta tolong kepada warga sekitar.
Teriakan korban terdengar sanak tetangga dan warga lainnya, termasuk dirinya yang juga masih kerabat dekat korban.
Namun, saat warga mendatangi lokasi kejadian korban sudah menghilang diseret Buaya ke tengah sungai.
“Tadi banyak warga langsung turun tangan begitu mendengar suara histeris korban dari arah sungai."
"Namun saat warga mendekati lokasi, korban sudah hilang diseret buaya ke tengah sungai,” jelas Arman, saksi mata lainnya.
Sedangkan menurut saksi mata, Andi, awalnya korban turun ke sungai untuk buang air besar.
Namun tak sadar ada Buaya berukuran sekitar tujuh meter menerkam dari belakang.
Kapolsek Budong-budong Ipda Suparman mengatakan adik korban sempat mendengar teriakan korban dan sempat berusaha menolong.
Namun tidak mampu karena tarikan Buaya tersebut lebih dulu membawa korban masuk ke dalam air.
"Korban dan buaya sempat muncul di permukaan air," jelas Ipda Suparman via whatsapp kepada Tribun.
"Namun hanya sesaat lalu kemudian tenggelam lagi ke dalam air," lanjutnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/buaya-yang-menerkam-irt-di-mamuju-tengan-diikat-menggunakan-tali-tambang.jpg)