Peringatan Mendikbud Nadiem Makarim: Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau Harus Dihentikan, Jika
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun memberikan peringatan kepada sekolah-sekolah di zona hijau.
TRIBUN-TIMUR.COM- Sekolah-sekolah di zona hijau Covid-19 telah diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka sejak tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada Juli lalu.
Meski demikian, penyebaran Virus Corona tentu masih menghantui peserta didik yang mengikuti pembelajaran di sekolah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun memberikan peringatan kepada sekolah-sekolah di zona hijau.
Mantan CEO GoJek ini meminta pembelajaran tatap muka di sekolah harus dihentikan jika terjadi kondisi yang memburuk.
“Zona yang sudah hijau jika kondisinya memburuk setelah dibuka pembelajaran tatap muka, maka pembelajaran tatap muka harus segera dihentikan, dan prosesnya kembali lagi ke awal,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (6/8/2020).
Menyikapi banyak aspirasi masyarakat yang ingin sekolah pada zona kuning dapat dibuka kembali, Kemendikbud menyerahkan kembali pada keputusan Satuan Gugus Tugas Covid-19.
“Apa yang menjadi arahan gugus tugas kami akan jemput bola kami akan menyiapkan protokolnya. Kami akan bekerja sama dengan pemda untuk memastikan protokol kesehatan itu terjaga,” tutur Nadiem.
Menurut Nadiem, kebijakan untuk membuka pembelajaran tatap muka harus dipersiapkan dengan prosedur yang ketat.
Hal itu dilakukan untuk memastikan pembelajaran tatap muka akan aman bagi siswa, guru, seluruh warga pendidikan, dan keluarganya.
“Sebelum membuka sekolah kita harus memperhatikan risiko kesehatan saat ini. Di saat kita bisa mengontrol fungsi kesehatan, baru kita bisa berpikir untuk membuka lagi sekolah,” kata Nadiem.
Tergantung Gugus Tugas
Ia juga tak menampik, penguatan pendidikan karakter dan sosialisasi bagi peserta didik merupakan hal penting yang harus dipenuhi dengan bersekolah.
Namun, terkait pembukaan sekolah, lagi-lagi Nadiem berkata hal itu tergantung pada kriteria zona yang ditetapkan oleh Satuan Tugas Covid-19.
“Tidak bisa dijawab tanggalnya, ini adalah proses yang dinamis. Tergantung daerah, tergantung keputusan gugus tugas, tergantung pada kesiapan masing-masing pemda dan sekolah,” ungkap Nadiem.
Nadiem memastikan, pihaknya akan mengkaji segala kemungkinan dan risiko sebelum membuka sekolah, termasuk sekolah yang berada di zona kuning.