Kepala BKKBN Sulsel Imbau Penyuluh Bekerja Inovatif
Salah satunya melalui peningkatan kualitas dan pengetahuan Penyuluh KB dan Petugas Lapangan KB
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya meningkatkan capaian sasaran target kinerja Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Salah satunya melalui peningkatan kualitas dan pengetahuan Penyuluh KB dan Petugas Lapangan KB (PKB/PLKB) sebagai ujung tombak pelaksana Program Bangga Kencana di lini lapangan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani pada kegiatan Pembinaan PKB/PLKB se-Kabupaten Barru, di Aula Pertemuan DPMD PPKB P3A Kabupaten Barru, Jumat (7/8/2020).
Dalam arahannya Andi Rita menghimbau agar PKB/PLKB untuk bekerja cerdas dan inovatif berdasarkan segmentasi wilayah dan karakteristik masyarakat, serta memberdayakan Kader PPKBD/ Sub PPKBD dalam pelaksanaan program Bangga Kencana di lini lapangan
“Agar target kinerja kita dapat capai, kita harus bekerja cerdas, keras dan inovatif tentunya berdasarkan data yang benar, untuk itu saya tegaskan agar setiap Penyuluh KB memetakan wilayah sasarannya, lakukan pendataan untuk memudahkan kita dalam intervensi sasaran,” tegas Andi Rita.
Andi Rita menambahkan, dalam bekerja, PKB/PLKB harus paham betul tugas pokok dan fungsinya, harus mampu menentukan skala prioritas sasaran dan melaporkan setiap kegiatan tersebut sesuai real di lapangan.
Ia menyebutkan, saat ini BKKBN hadir sebagai sahabat keluarga Indonesia melakukan sejumlah perubahan mengikuti kondisi saat ini.
"BKKBN Baru, hadir dengan cara baru dan semangat baru melakukan 10 perubahan," kata dia.
Perubahan tersebut antara lain, perubahan logo BKKBN yang menggambarkan semangat BKKBN dalam mewujudkan Keluarga Sejahtera Berkualitas, perubahan tagline dari Dua Anak Cukup menjadi Dua Anak Lebih Sehat (Dahsat) dan Berencana Itu Keren.
Selain itu ada perubahan Program Bangga Kencana, arangement Mars KB baru dan jingle BKKBN, perubahan Kampung KB menjadi Kampung Keluarga Berkualitas, perubahan Identitas BKKBN melalui seragam Batik Kencana.
Perubahan tugas PKB/PLKB selain menyuluh juga dapat membantu distribusi obat KB.
“Saat ini Penyuluh KB dapat menyalurkan alat kontrasepsi pil KB dan kondom dengan catatan untuk layanan KB ulangan, untuk baru harus dilakukan pemeriksaan dengan pendampingan tenaga Kesehatan,” tutur Andi Rita.
Di akhir sambutan, Andi Rita mengajak Penyuluh KB agar seluruh program yang ada untuk dilaksanakan secara maksimal.
Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), Program ketahanan keluarga melalui tribina BKB, BKR, BKL dan kelompok UPPKS, Program pembangunan masyarakat di Kampung KB, Rumah Dataku dan program lainnya dilaksanakan berdasarkan segmentasi dan kondisi wilayah dengan melibatkan mitra kerja yang ada.
“Yang tidak kalah penting Program 1000 HPK, Penyuluh KB mempunyai tugas mengedukasi ibu hamil dalam pemenuhan gizi khususnya di 1000 Hari Awal Kehidupan penyiapan agar bayi yang lahir tidak stunting, termasuk pembinaan remaja dalam penyiapan kehidupan berkeluarga,“ tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/perwakilan-badan-kepen4fws.jpg)