PHK Massal

PT Lonsum PHK Massal, Pemuda Bulukumba Ini Ajak Seluruh Karyawan Mogok Kerja

Basri menilai, PHK massal yang dilakukan oleh PT Lonsum, dalam kondisi saat ini tidak sepantasnya dilakukan.

TRIBUN TIMUR/FIRKI ARISANDI
Ketua Umum Komunitas Pemuda Kampung Bontoa (Kompak Bontoa), Muhammad Basri Lampe. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan PT London Sumatera (Lonsum) Bulukumba, mendapat respon banyak pihak.

Salah satunya disampaikan oleh Tokoh Pemuda Bulukumba, Muhammad Basri Lampe.

Basri menilai, PHK massal yang dilakukan oleh PT Lonsum, dalam kondisi saat ini tidak sepantasnya dilakukan.

Karena kondisi perekonomian masyarakat sedang tercekik akibat Pandemi Covid-19.

Olehnya, ia mengajak seluruh karyawan untuk solid, dan bersama-sama melakukan mogok kerja massal.

"Maka kami selaku Ketua Umum Komunitas Pemuda Kampung Bontoa (Kompak Bontoa) tidak sepakat adanya PHK massal. Untuk itu kami akan berupaya bagaimana caranya agar proses pekerjaan perkebunan karet PT Lonsum di Bulukumba dihentikan untuk sementara atau mogok kerja," kata Basri Lampe, Minggu (2/8/2020).

Basri meminta karyawan untuk bersatu, selaku putra daerah tidak boleh diinjak-injak di daerah sendiri.

Menurut Basri, PT Lonsum seharusnya tidak boleh melakukan PHK jika perusahaan tidak mengalami kerugian.

"Apalagi dari informasi yang kita dapat, tidak ada kerugian," tambahnya.

Basri juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, untuk turun tangan dalam PHK massal ini.

"Khususnya Bupati Bulukumba agar bersikap untuk menghentikan kebijakan pihak perusahaan PT Lonsum. Karena sangat merugikan karyawan yang notabenenya adalah putra daerah," pungkasnya.

Humas PT Lonsum Bulukumba, Rusli yang dikonfirmasi belum memberikan respon.

Saat dihubungi melalui panggilan telepon, sedang berada di luar jangkauan.

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved