Breaking News:

Penjamin Jenazah Covid

Berkas Anggota DPRD Makassar Tersangka Penjamin Jenazah Covid Sudah di Kejaksaan

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dianggap melanggar Pasal 214, 335, 336 kuhp dan Pasal 93 Undang-Undang

Istimewa
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso 

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR - Penyidik Kepolisian menyerahkan berkas tahap pertama tersangka kasus pengambilan jenazah Covid 19, Andi Hadi Ibrahim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar.

Andi Hadi Ibrahim yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daera (DPRD) Makassar ditetapkan tersangka karena diduga terlibat dalam pengambilan jenazah di Rumah Sakit Daya beberapa waktu lalu.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dianggap melanggar Pasal 214, 335, 336 kuhp dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Berkasnya sudah tahap 1 ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), " Kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Agus Chaerul, kepada tribun melalui pesan Whatsapp, Minggu (02/08/2020), malam.

Berkas diserahkan ke Kejaksaan guna dipelajari sebelum dilimpahkan ke Pengadilan untuk diadili.

Jika berkas dinyatakan lengkap kata perwira satu bunga ini, maka perkara ini di tahap duakan yakni penyerahan tersangka dan barang bukti.

"Sementara kita tunggu hasil penelitian JPU, " Ujar mantan Kapolsek Mamajang tersebut.

Anggota dewan terlibat dalam pengambilan jenazah karena diduga menjaminkan dirinya agar bisa membawa jenazah itu dari rumah sakit. Padahal, almarhum dinyatakan atau terkonfirmasi positif Covid 19.

Andi Hadi berani menjaminkan diri karena permintaan keluarga almarhum, lantaran menolak dimakamkan secara protokol kesehatan di pekuburan Maccanda.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved